Tempat Bercerita

Rabu, 01 Januari 2020

Cerita Awal Tahun


/Cerita Random/

Pada malam terakhir di tahun 2019 tiba-tiba kepala saya pusing, hidung mampet dan tenggorokan kena radang, entahlah rasanya kondisi tubuh saya dipenutup tahun malah tidak baik. Dan akhirnya saya malah tepar sampai awal tahun 2020.

Saat menulis ini, harusnya saya berada di tempat kerja. Ya, seharusnya saya mengambil jatah lembur karna pekerjaan saya yang berhubungan dengan  dunia retail. Tapi kemudian saya pikir lagi dua kali, daripada saya pingsan di tempat kerja, saya memutuskan untuk rebahan santuy sambil mendengarkan video klip Tatiana Manaois di televisi melalui flashdisk. Sebuah video klip yang lebih baik tidak saya tonton karna ogah melihat muka Tatiana yang mirip seseorang yang pernah mampir ke dalam kehidupan saya. Anjing memang, ternyata begini rasanya ketika benci dan rindu dicampuradukan.

Awal tahun  yang bodoh. Tapi, apa yang salah dengan menjadi bodoh?


Malam pergantian tahun
Pada malam pergantian tahun kemarin, saya dan teman-teman tadinya mau  bakar-bakar ayam di depan kontrakan, tapi karna hujan masih belum reda, jadinya kami malah bikin ayam goreng, beruntunglah ada Om Doni yang bisa masak karna statusnya yang rangkap jabatan sebagai ayah sekaligus ibu dari dua orang anak. Ya, dia jago masak. Dan ini yang paling penting; saya masak nasi di mejikom.

Rasanya seru aja gitu, di jaman yang hampir edan ini saya masih bisa ngumpulin temen-temen, padahal rata-rata mereka udah pada punya istri. Coba bayangin, kalo kamu punya istri terus malam tahun baruan malah minggat dari rumah terus foya-foya di luar rumah. Gak tau deh besoknya keadaan di rumah gimana~



Sampai pada paragraf ini, di luar masih hujan, katanya ada beberapa temen saya yang rumahnya kebanjiran, tapi untungnya kontrakan  saya lokasinya ada di tempat yang cukup tinggi, gak ada yang namanya  banjir-banjiran. Ya semoga hujan awal tahun ini tidak menjadikan awal tahun sebagai pertanda buruk untuk setahun kedepan.

Hmmm.. cerita apa lagi ya kira-kira.

Writer's Block atau...
Beberapa bulan terakhir, saya seperti sedang merasakan yang namanya writer’s block, beberapa ide tulisan yang saya temukan tidak pernah benar-benar jadi tulisan, mentok-mentok hanya dua paragraf yang jadi, sisanya cuma tulisan-tulisan sampah yang pada akhirnya dihapus. Tulis, hapus, tulis, hapus lagi. Terus menerus. Semoga tahun ini saya bisa memulai hal baru atau setidaknya dijauhkan dari yang namanya writer’s block.

Atau jangan-jangan keadaan ini bukan writer’s block, tapi cuma malas aja? Sepertinya sih...


Ketika saya sedang dalam keadaan writer's block... maksudnya ketika saya sedang dalam keadaan malas, saya juga seperti sedang dalam keadaan entahlah apa namanya, dan dalam keadaan tersebut, saya sempat menuliskannya pada Desember tahun 2019 kemarin;

/Desember, 2019/
Malam ini, lagu Someone You Loved yang dinyanyikan oleh Lewis Capaldi diputar dari ponsel saya. Entahlah, saya kurang mengerti arti dari lirik-liriknya yang menggunakan Bahasa Inggris, tentunya hal ini bukan salah Lewis Capaldi karna menyanyikannya dengan nada tinggi sambil berteriak histeris seperti seseorang yang sedang naik wahana Hysteria di Dufan, melainkan masalahnya ada di saya yang memang kurang jago dan kurang mengerti Bahasa Inggris dibandingkan dengan anak SD yang sekolah  di Penabur.

Saya mendengarkan lagu tersebut sambil merebahkan diri di lantai dengan beralaskan kasur lantai dan bantal bermotif stroberi yang menyangga leher saya. Lagu diputar, saya tidak peduli. Pikiran saya melayang entah memikirkan apa, seperti kotak kardus kosong, rasanya hanya sedang diisi oleh kehampaan. Lalu seketika, kardus kosong tersebut seperti tiba-tiba terisi penuh dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan jebakan, tidak masuk akal dan konyol.

Brengseknya, momen seperti ini selalu muncul tiba-tiba.


12 komentar:

  1. Kayak baca tulisan Yoga, tapi dibumbui keceriaan sebanyak 23%.

    BalasHapus
  2. Cileungsi aman kan? Aman dong. Pasti aman.

    Ya semoga hujan ini bukanlah pertanda buruk. Kalaulah tulisan cuma jadi dua paragraf, tidak ada salahnya dijadikan satu tulisan begini, Kak. Jadi ada beberapa part dalam tulisan. Lumayan enak kok dibacanya juga. *pembaca sotoy wkwk

    BalasHapus
  3. Makasih dong sama saya, yang udah bikinin ayam goreng

    BalasHapus
  4. Ayo bangkit ngeblog lagi. Si Yoga juga lagi kena sindrom males. Artikelnya udah beberapa nyebut bakal istirahat ngeblog. Kalian lagi pada kenapa sih sebenarnya? hehe

    BalasHapus
  5. Kalau males, istirahat aja gausah dipaksa nulis. Btw, semoga lekas sehat kembali!

    BalasHapus
  6. gw 2019 kena writer's block dan akhirnya jadi males nulis. sekarang 2020 mau up lagi, dgn ikutan #30HariBercerita hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh, saya termotivasi mulai nulis blog lagi karena ngeliat tulisan tulisan di hastag itu

      Hapus
  7. Wkwkwk, meski sedang writer's block tapi tulisannya menarik. Ngakak bacanya.

    BalasHapus

Terserahlah kau mau ngomong apapun, bebas.

Copyright © Dian Hendrianto

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com | Edit By DND