Tempat Bercerita

Senin, 17 Februari 2020

Seharian Naik Wahana


Saya perkenalkan dulu orang-orang ini, biar ceritanya nyambung.

[Bukan] foto di kondangan

Dari kiri ke kanan ada Bang Jepri yang jauh-jauh dari Banten, bang  Rofi yang bekerja sebagai Wedding Organizer, Firska yang memiliki kelemahan yaitu paling gak bisa turun dari kuda, Ova yang lagi rajin-rajinnya traveling, kemudian Tiara satu-satunya Team Leader disegala bidang, lalu ada Iko Uwais aktor papan atas Indonesia yang sudah go internasional melebihi Agnezmo, dan paling kanan ada bang Agus sang imam besar yang selalu menuntun kami ke jalan yang benar. Dan ada satu orang yang seharusnya ikut tapi gak bisa hadir karena harus mengisi acara di Surabaya, yaitu Endo Putra. Denger-denger setelahnya dia malah traveling sendirian ke Nusa Tenggara Barat.

"Cih, ombaknya kecil amat!"

Dari 7 orang selain saya, hanya Ova satu-satunya orang yang pernah saya temui, ketika muncak di Papandayan pada tahun 2018 lalu. Sisanya, bagi saya mereka adalah orang baru semua, dan mereka semua adalah orang Padang kecuali saya dan Tiara, jadi ketika mereka ngobrol, saya cuma memperhatikan dengan tatapan nanar berharap ada subtitle di bawah layar.

Meskipun baru pertama kali ketemu, rasanya makin seru karena kami belum tau karakter masing-masing itu seperti apa, meskipun bisa dibaca dari bagaimana cara kami saling ngobrol di grup Whatsapp misalnya, tapi tetep aja aslinya gak tau kayak gimana 'kan. Atau kalau dalam bahasa kerennya, kami saling bodo amat aja ah~

Yaudah, males bikin tulisan panjang lebar, langsung aja nih.. here we go~

***

“kita foto-foto dulu..” kata Tiara sambil memanggil Firska yang udah duluan antri pengen naik wahana ontang-anting. Dari sini kami semua tau kalau Firska haus akan hiburan, masuk antrian duluan, gak ngajak-ngajak, pada akhirnya beberapa diantara kami yang males ngantri cuma bisa berkata...


Karna malas antri, kami gak jadi naik wahana ontang-anting atau sebut saja ayunan, akhirnya kami mencari wahana lain, dan wahana yang antriannya gak terlalu panjang yaitu; baling-baling!

Di wahana baling-baling ini hanya Ova yang gak berani naik, dan yang paling excited pengen naik adalah Aulia, yang lainnya cuma bisa pasrah, harus naik karena sudah bayar mahal-mahal tiket Dufan yang sebenarnya hasil patungan sih... kalau saya? O tentu saja dengan gagah berani melangkah maju, duduk paling pojok sambil bersikap santai dan terlihat macho.


"ALLAHUAKBAR! ALLAHUAKBAR!!" Teriak seorang pemuda di pojokan.


Setelah turun..
Ya allah aku belum nikah!

Seperti halnya jodoh yang tak direstui orang tua; baru saja naik satu wahana, tiba-tiba gerimis turun, kami cuma bisa meratapi nasib, yang seharusnya lanjut naik wahana-wahana paling ekstrim, kami malah masuk ke McD yang ternyata gak kalah ekstrim dari  Wahana Hysteria, ANTRI RAME BANGET!

Pada akhirnya, kami cuma bisa naik beberapa wahana yang masih bisa dinaiki saat hujan; Ice Age, Komedi Putar, dan... KENAPA HARUS HUJAN SIH???

Jepri: "hahaha.. siapa cepat dia duluan!"

Naik wahana paling ekstrim!

Kuda: "kenapa harus aku ya allah?? :')"

Kuda: "udah dong encok ini!!"

Agus: "jurus membelah diri no jutsu!"

Ova & Aulia: "ini backround-nya bisa diganti aja gak sih?"

Lanjut ke wahana lain, Kereta Misteri adalah wahana yang baru-baru ini dibuka, dan ketika kami antri, antriannya panjang banget kayak cacing, mirip game cacing yang akhir-akhir ini banyak dimainin cewek-cewek. Layaknya sinetron azab, game cacing ini bikin para cowok kena hukum karma, dulu cewek-cewek sering dicuekin cowoknya yang main Mobile Legend, PUBG, sekarang cowok-cowok yang ngerasain gimana gak enaknya dicuekin gara-gara main cacing.

Pertanyaannya: KENAPA JADI BAHAS CACING?

kembali ke topik...

Karna gerimis terus-terusan turun, ketika kami bertahan sampai malam pun tetep aja hujan; Bianglala tidak bisa dinaiki, Kora-kora antrian panjang bener, Hysteria gak bisa, dan kalau dipikir-pikir, ternyata kami cuma jalan-jalan aja.

Plot twist; Jepri dan Rofi berhasil masuk istana boneka, berdua.

Oke, kayaknya segitu dulu deh, batre ponsel saya udah mau abis, kasian kalo dipake buat ngeblog mulu, dan postingan kali ini saya males merangkai kata-kata yang panjang. Hmmm.. kayaknya ini bakalan jadi tulisan yang paling banyak fotonya :D.

O ya, Sebelum tulisan ini tayang, sebenarnya ada video yang udah lebih dulu tayang di Youtube, videonya bisa kalian tonton di sini.

Cerita dari Ova: Do Fun di Dufan

Bonus:
EXO: annyeonghaseo..

6 komentar:

  1. Pertanyaan gue satu aja: lu enggak muntah pas naik wahana sebagaimana naik angkot, kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagai sebuah keajaiban, sama sekali enggak, Yog. \m/

      Hapus
  2. Belum pernah main ke Dufan saya, Bang. :( Belum pernah jadi background cewek2 yang lagi poto dengan bahagianya juga, bang.

    BalasHapus
  3. Gue waktu ke Dufan sempat mendung banget, kirain bakal hujan sampai satu minggu. Taunya enggak dong. Malah ketemu sunset. Ajaib banget emang. Lain kali ke Dufannya sama gue Yan!

    BalasHapus

Terserahlah kau mau ngomong apapun, bebas.

Copyright © Dian Hendrianto

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com | Edit By DND