Make a Story

Jumat, 15 Desember 2017

Sebuah Catatan Facebook - Teman Lama

Tulisan ini pertama kali saya tulis dalam Catatan Facebook beberapa waktu lalu. Sebuah catatan yg ditulis ketika saking tidak sadarnya sudah main facebook lama, 3 jam! scroll-scroll tidak jelas, sampai akhirnya saya sadar beberapa hal. Ya, beginilah jadinya.


Teman Lama
Begitu banyak teman yg sudah hampir saya lupakan karena begitu cepatnya waktu berlalu, diantaranya mungkin hanya bisa dikenali wajahnya, sebagian namanya sudah samar-samar teringat. Terkadang, ketika bertemu dengan seseorang teman di suatu waktu, kemudian sama sekali tidak ingat namanya, itu merupakan hal yg sedikit memalukan. Tapi, ya, mau gimana lagi (?)

Kebanyakan teman yg sempat bertemu di dunia nyata, berteman  di facebook, teman sekampung, teman masa sekolah SD, SMP sampai SMA, mereka-mereka diantaranya masih hilir mudik di linimasa facebook, dan beberapa lainnya mungkin sudah memiliki kehidupan yg  berbeda, dan sudah tidak sempat bermain dengan dunia maya, ataupun  ketika mendengar kata 'facebook' mereka hanya akan berkata; "Buat apa?", kalau sudah mendapat yg di inginkan.

Saya sendiri sesekali membuka facebook, tapi sangat enggan untuk update status. Alasan satu-satunya yg saya suka dari facebook, ialah karena fitur “On This Day”, salah satu fitur yg di mana mengembalikan memori-memori  masa lalu, kenangan-kenangan manis, kenangan brengsek, dan mungkin beberapa kenangan yg tidak terlalu penting lainnya dari satu fitur bernamakan “Status di masa lalu” itu. Ya, bodoh memang ketika masih ‘melihat ke belakang’, tapi, bukankah itu baik untuk sekedar instropeksi diri? Asal jangan kebablasan saja, sih, baper, misalnya.

Beberapa kali juga, saya sempat menon-aktifkan akun facebook, dan tidak lama kemudian sangat 'gatal' begitu ingin mengaktifkannya kembali, saya berpikiran  bahwa facebook-an hanya buang-buang waktu, melihat orang-orang dengan kehidupannya yg semakin baik, upload dengan mobil baru, ada sebagian yg sedang berkeluh kesah, sedang gundah-gulana hatinya, teman yg sudah menikah, mantan yg sudah punya anak, dan berbagai macam kegiatan lain  yg mereka-mereka publikasikan. Lantas, “Kenapa  saya begini-begini saja?” Pemikiran seperti itu terkadang muncul begitu saja ketika melihat aktivitas teman-teman yg sudah lebih dulu sukses dari saya, tanpa melihat betapa jatuh bangun sebelumnya. Ya, rasa syirik memang terkadang selalu muncul di diri manusia. Salah satunya di diri saya yg kurang memperdulikan  rasa syukur.

Beberapa waktu yg lalu, ketika saya mengaktifkan lagi akun facebook milik saya, ada satu pesan dari salah satu teman lama, “kemana aja nih?” dan  berlanjut ke percakapan-percakapan lainnya. Mengenang masa-masa ketika masih sering main bersama memang menyenangkan. Waktu yg lama namun terasa singkat ketika di ingat, cukup untuk menciptakan sebuah kenangan yg akan di ingat kemudian hari. Seperti masa kini yg mengenang masa lalu.

Sebenarnya, bukan sudah bosan bercengkrama bersama teman-teman di sosial media yg katanya ‘saling berteman’ ini, hanya saja saya selalu berpikiran bahwa facebook saat ini hanya berisi orang-orang yg nyari untung, bukan nyari teman lagi.

Bahkan, seperti yg sudah-sudah, yg selalu membuat saya kesal ketika kembali membuka akun dan saling berhubungan dengan teman lama, biasanya mereka, kalau bukan menawarkan asuransi, MLM, atau yg lebih parah meminjam uang lalu sampai beberapa tahun lamanya tidak kunjung dibayar. Tidak ada kabar sama sekali, menghilang tanpa jejak seperti masuk ke lubang hitam yg entah berada di galaksi mana. Sampai pikiran-pikiran tidak waras lainnya mucul.

Tapi ternyata, dugaan saya memang berlebihan, saya lupa kalau masih ada teman baik di dunia maya ini, tidak semuanya mencari untung semata, sih. Akan tetapi mungkin semua itu memang sudah menjadi kerjaan mereka, mereka yg mencari rejeki dengan caranya masing-masing, cara yg bahkan mereka sendiri tidak suka, tapi harus dijalani karena menuhankan 'Kebutuhan/keinginan',

Mau gimana lagi?

Dan karena kita sudah tidak hidup di masa lalu, kita bukan anak sekolah lagi, kita hidup sebagai orang yg mungkin sudah dewasa, sudah saatnya bijak, tidak usah terlalu berprasangka buruk terhadap sesama. Untuk urusan rejeki, kan  sudah ada yg mengatur, tinggal kita yg mengelola nasibnya saja dengan baik, seperti perkataan salah satu teman saya, "Standar hidup orang berbeda-beda", demikianlah kenyataanya, tidak usah terlalu iri pada kehidupan orang lain, karena pada dasarnya kita menjalani hidup yg sama, hanya caranya saja yg berbeda.

Memang, yg namanya manusia, terkadang kita membenci sesuatu hal yg bahkan belum dijelaskan, dan bisa jadi kebencian terhadapnya itu salah. Jangan sampai~


Sebentar, ini kok sudah ngalor-ngidul ya tulisannya?!!

Halah, nulis apa ini! cukup sampai sini saja catatannya, kalau panjang-panjang nanti malah dikira struk belanja bulanan anak presiden. Saya hanya berdo’a dan berharap, semoga teman-teman saya dalam keadaan baik dimanapun berada, yg sudah sukses, yg masih berusaha, yg baru sarjana, yg baru menikah, yg sudah punya anak, yg tidak ada kabar, semoga semuanya dalam keadaan baik...

Teman lamaku..

Facebook, Desember 2017

Dian Hendrianto

***
Versi catatan facebook bisa dilihat di sini; Teman Lama

11 komentar:

  1. Iya, banyak tuh yang tetiba ngechat ternyata ngajakin MLM atau nawarin jualannya.. 😂😂😂

    Iya, semoga semua dalam keadaan baik aamin ya Robb...!!

    BalasHapus
  2. Sampurasun cees, sampurasun...

    BalasHapus
  3. Beberapa bulan ini juga jarang banget online lama-lama di Facebook. Paling online cuma buat liat timeline, dari atas ke bawah, nggak nyampai refresh, keluar deh. Udah pada hijrah ke Instagram kebanyakan.

    Facebook buat nyebar link postingan blog aja. :D

    BalasHapus
  4. saya masih aktifin facebook cuma buat login event mobile legend doang.. xD
    secara teman2 lainnya juga pada pindah ke IG, ditambah lagi, di facebook juga sering mendatangkan prasangka buruk dan iri, org lain kok pada udah sukses bahagia semua ya.. gak kayak saya.. :(

    kalo MLM, saya belom pernah sekali pun dapat ajakan dari media sosial, kalos ecara langsung sih sering. tapi meski pun di facebook gaka da tawaran MLM, tetep aja males main di facebook karen aya itu tadi, teman udha pada pindah ke IG. grup chat pada pindah ke BB. buat nyebar postingan aja kayaknya gak ada yg bakal ngeklik.

    BalasHapus
  5. Fcbook itu sarangnya poto2 alay di masa lalu. Dgn adanya fitur masa lalu td, jd flashback dn lgsg istighfar liat foto sndiri sm tmen2 lama jaman skolah. :'')) Smoga para teman2 lama di mana pun mrka berada selalu sehat sentosa, dilancarkan rezekinya. Aaaminnn.

    BalasHapus
  6. ((STRUK BELANJA BULANAN ANAK PRESIDEN))

    Kalau kata Njus, itu.... "Cukup lucu."

    Sama nih. Tos dulu kita, Dian bajingak. Aku juga suka fitur On This Day kalau buka Facebook. Langsung jadi kangen sama teman main dulu. Tapi begitu log out dari Facebook, ya kangennya langsung hilang sih. Hehehehe.

    Jahat banget aq yha :(

    Temen-temenku yang masih main FB kebanyakan yang udah pada nikah. Rada minder sih liatnya. Soalnya kelihatan bahagiaaaa banget nenteng anak bayi lucuk. Huhuhu. Kalau yang masih krucilan kayak aku, rata-rata pada main IG. Itulah alasanku kenapa masih mempertahankan aplikasi IG di hape padahal bukanya jarang banget. Karena masih pengen tau kabar mereka. Yuhuuu~

    BalasHapus
  7. Berengsek, tulisannya bikin merenung dan pengin curhat.

    Kalau mengingat harapan saya awal-awal bekerja di tahun 2012, tahun depan saya sudah menikah, Yan. Perhitungan saya menabung gaji dan memandang hidup akan mulus pasti akan tercapai. Namun, beberapa bulan setelah itu malah putus sama pacar. Begitu punya pacar baru lagi di tahun 2013, pas 2014 putus lagi. Yah, gimana mau nikah, yang diajak berkomitmen juga nggak ada. Setelahnya, saya hampa gitu dan pengin coba hal baru. Saya resign dan belajar nulis, awalnya saya pikir mudah menuliskan keresahan dan bikin novel dari kekelaman masa lalu, ternyata realita terlalu kejam dan membunuh banyak hal. Novel yang sudah selesai, tapi hasilnya jelek banget. Bahkan nggak pantes disebut jelek. Hancur~ Begitu pula dengan tabungan, ada aja kebutuhan mendadak yang bikin tabungan habis. Ditambah lagi tahun 2016-2017, jatuh bangun dalam hidup udah nggak bisa dihitung lagi saking banyaknya. Eniwei, makasih tulisannya sudah bikin saya curhat nggak penting. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inilah manisnya kehidupan, Yogs. Harus dirasakan :')

      Aduh baper baca komennya Yoga. Ahahaha.

      Hapus
  8. Mau menambahkan, kalau dulu kita sering ngesave tanggal lahir kawan di kalender hape dan berusaha mengucapkan setepat mungkin, sekarang justru sering lupa dan diingatkan oleh reminder Facebook. Yah, ada positif dan negatifnya sih. Untuk negatif, kalau menurut opini saya, justru lebih banyak. Facebook udah nggak aman, Dian. Saya pernah baca artikel siapa ya, sosial media yang paling berpotensi untuk penyebaran berita fitnah dan menghimpun massa ke arah negatif ya si Facebook ini.

    Ah, kok komentar saya berat ya. Ganti deh. Eh, Facebook juga bisa membuat kita menemukan mantan yang hilang diambil orang loh, Dian. Mantap kan?

    BalasHapus
  9. wah sama yah aku juga pernah non aktifin facebook tapi akhirnya make lagi karna enah kenapa temen-temen lamaku banyakan di sama dari pada di Instagram, plus juga sejak masuk kuliah, grup jurusan adanya di Facebook, jadi mo ga mau sih, hahahah

    BalasHapus
  10. Hahaha rusuh juga ya. Gue udah lama banget malah nggak buka fesbuk sama sekali. Semoga masih inget passwordnya. \:p/

    BalasHapus

terima kasih telah berkomentar, bagikan tulisan ini juga berkenan. hehe - @dianhendrianto

Copyright © Dian Hendrianto

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com | Edit By DND