Jumat, 26 Mei 2017

Kangen~

Terkadang gue heran sama sebagian orang, entah itu orang lain ataupun gue sendiri, tentang satu hal yg emang udah sering dibicarakan, ataupun cuma sekedar dipendam sendirian; kangen.

"Aku kangen sama dia.."

Perkataan tadi terkadang muncul tepat disamping gue dari mulut seorang teman, di meja kafe, di samping bantal tempat kita tidur dan bahkan di dekat jendela rumah.  Perkataan dari seseorang yg berbeda-beda yg pernah gue temuin, teman dan bahkan seseorang yg tidak dikenal sebelumnya. Aneh, sekaligus sudah menjadi kebiasaan orang-orang sejak dulu kala, mungkin bukan cuma di dekat gue aja, tapi seluruh indonesia, dunia dan bahkan dunia tetangga sebelah rumah kita, dunia yg gak bisa kita masuki.

Saat seseorang sedang kangen berat, terkadang dia gak bisa merahasiakan perasaan itu sendirian, mereka biasanya butuh seorang teman yg siap mendengarkan keluh-resah perasaanya, yg siap 24 jam mendengar perkataan-perkataan yg itu-itu aja.

Dari beberapa bulan yg lalu sampai detik ini, gue mulai kehilangan mereka-mereka yg biasanya menyampaikan keluh-resahnya hidup ke gue, atau istilah lainnya yaitu, curhat. Mereka-mereka itu biasanya  menceritkan hal-hal sepele yg gak boleh dianggap sepele, seperti perihal 'kangen' yg terkadang sulit diungkapkan. Kebanyakan sih kisah-kisah mereka-yg-tidak-boleh-disebut-namanya itu mencurhatkan' kisah kangen-nya' yg bersamaan dengan patah hati.

Setelah gue pikir-pikir lagi, mungkin mereka udah bisa mengendalikan perasaanya, tidak perlu membutuhkan teman curhat  seperti gue ini. Lebih jelasnya sih, saat mereke curhat, gue malah bengong atau lebih parah lagi malah ngetawain, gitu.

Kebayang gak sih, saat kita rindu, kangen, tapi kita gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa ngomong langsung ke orangnya. Yg bisa dilakukan cuma mencoba membuang jauh-jauh rasa kangen itu dengan mencoba melakukan kegiatan-kegiatan yg membuat fisik sibuk, otak berfikir keras (bukan ngeres). Tapi hal yg paling menjengkelkan adalah ketika semua kegiatan yg sudah dilakukan itu terhenti, tiba-tiba 'kangen' itu balik lagi dalam hitungan detik setelah semua kegitan selesai, dan terkadang malah terbawa mimpi, itu juga kalo bisa tidur.

pernah kepikiran gak tentang 'gimana kalo manusia gak punya rasa kangen?',  kira-kira apa yg bakal terjadi, apakah akan ada yg jatuh cinta? apakah akan ada yg pulang ke rumah sehabis pulang kerja? apakah akan ada yg ndusel-ndusel diatas kasur sambil memegang bantal dan senyum-senyum sendiri? apakah akan  ada yg menangis haru karna kangennya gak sampai kepada orang yg tepat? dan satu 'apakah' populer lainnya.

Setelah gue pikir-pikir lagi, ternyata kangen itu cuma musuhnya tidur. Musuh yg menyerang diwaktu yg tidak diinginkan, dia menyerang pas kita lagi gak siap bertempur, kapanpun dan dimanapun.

Dari kebanyakan orang yg pernah  merasakan kangen, salah  satu  solusi dalam mengatasinya adalah dengan sesi curhat, baik itu curhat  ke kaca, live bigo atau lebih baik lagi ke sahabat dekat. Pernah ada yg bilang juga, "curhat boleh, tapi curhatlah kepada orang yg tepat". Emang bener sih, jangan sampe pas lagi kangen-kangennya, malah curhat ke mantan pasangan kalian itu. Beraaattttt!!!!

Masih banyak hal yg harus dibicarakan tentang kangen ini, dan  dari sebagian itu gak bisa dituliskan dan  diucapkan gitu aja, ada kangen yg cuma bisa dirasain sendiri. Dan sebenarnya, resah yg mengatasnamakan kangen itu bisa juga jadi sebuah  karya seperti tulisan mungkin, atau jika kangen itu dirasakan oleh seorang pujangga kelas kakap, dia bisa saja membuat suatu puisi atau kata-kata keren versinya, misalnya kayak ini;

"aku suka seperti ini; diam-diam menikmati sepi, mengecup manis bibirmu di bait puisi." - 28 mei 2035, sedang makan  mie  ayam.

Well, gue yakin semua orang pernah merasakan 'kangen', sejak mulai dilahirkan eaa eaa sampai udah gede yg dimana udah mulai ngerasain cinta, ataupun saat merantau jauh  dari keluarga. Rasa kangen memang terkadang datang di waktu yg tidak kita inginkan.

Jadi, kangen itu sebuah masalah atau apa sih sebenernya? hal sepele atau hal yg memang  harus dibesar-besarkan? Silahkan jawab dengan persepsi masing-masing.

Anywhy, gue gak mau panjang lebar lagi (padahal nulis pendek), selamat menjalankan  hari-hari paling kangen seisi dunia kepala kalian deh. Buat kalian yg lagi kangen berat, semoga kangennya sampai tepat di tujuan dan juga, per-tanggal 27 mei 2017, selamat menunaikan ibadah bulan  puasa ya, temen-temen. :)

Btw, udah bisa tahan laper dan haus dong yah. yg gak bisa ditahan mah cuma satu, kangen kamu, eeaaaaa~

----

Ps: Gue lagi kangen aja nulis langsung publish kek gini, gak panjang dan gak jelas. Terima kasih sudah membaca, see u untuk waktu yg sangat panjUVUYdd5write;errorGX6T55 fgvYAAang~


26 Mei 2017 - 11.30 pm
di rumah
Play: Music For Sale - Far from You
Share:

Selasa, 16 Mei 2017

Dari Malioboro

 Jogja Sebelumnya: Candi Ijo dan Sebuah Kebetulan

#PART5
diperbarui: 05 Des 17

Sore itu, setelah puas dengan jalan-jalan seharian, Faqih mengajak kami untuk mencari makan, kebetulan perutku sudah mulai keroncongan, dari siang muter-muter kesana-kemari sampai lupa makan, terlalu asyik sih, atau juga mood yg sedang tidak baik  memang susah diajak kompromi soal makanan.

Beberapa hal selalu aku pikirkan sepanjang perjalanan tadi, tentang kehidupanku tentunya. Begitu banyak pertanyaan yg bahkan tidak bisa aku jawab langsung. Terkadang juga, aku selalu bertanya  tentang; kenapa aku harus ke sini, jogja? kenapa aku masih hidup? apa tujuan sebenarnya? ya, kira-kira masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan bodoh yg ingin aku sendirilah yg harus menjawabnya. Soalnya kalo dijawab orang lain, gak jauh pasti jawabannya sama, "pikirkan sendiri!".

Ditengah-tengah obrolan sebelum makanan yg kami pesan datang, ada satu hal yg menarik, sambil memegang tanganku yg mulai merasa kesakitan akibat jatuh dari motor sebelumnya, aku memperhatikan sekitar tempat makan itu, tempat yg biasa saja, tapi ramainya bisa 'wow' sekali. Aku lupa nama tempatnya  apa, tidak terlalu memperhatikan juga, tapi, disebrang jalan dari lokasi kami makan tersebut ada salah satu tempat karaoke milih Ahmad Dhani; Masterpiece. Aku sangat yakin, orang-orang yg karaokean di sana pasti fansclubnya kangen band. Loh~

Entah mungkin karna memang jam ramai, makanan yg kami pesan sangatlah lama, saling menunggu dengan pelanggan lain, kayak  saling suka tapi  tidak saling bicara,  nunggu aja terus. Sampai obrolan sudah kesana-kemari masih belum datang.

Dan... setelah makanan  tiba dan  berhasil masuk ke perut, aku menyadari satu hal bahwa makanannya biasa aja, hampir sama seperti makanan lain, tapi entah kenapa ramenya sampe bejibun. Mungkin jika diibararatkan seorang perempuan, dia itu salah satu perempuan yg tampilannya biasa aja, gak terlalu cantik, tapi memiliki satu hal yg tidak dimiliki perempuan lain. Misalnya; Gak marah saat dibilang 'Gendutan', tapi malah ketawa terbahak-bahak.


....Sambil memegang pisau dapur bekas mengiris bawang  merah.

Kami melanjutkan jalan-jalan sore. Mungkin bagi sebagian orang yg sering traveling ke mana-mana, ke tempat yg lebih luar biasa kerennya dari Jogja, Jogja  adalah kategori tempat yg biasa saja, tapi bagiku yg pertama kali mengunjungi  tempat ini, perasaan yg muncul pertama kali adalah mengaguminya. Secara tidak langsung, sebenarnya  aku sendiri tidak memiliki tujuan pasti saat hendak pergi ke jogja, dipikiran cuma hanya ada kalimat pendek yg jika dijelaskan  menjadi panjang ceritanya; "Saya ingin ke Jogja", dan "satu alasan populer lainnya."

Saat diperjalanan yg dimana aku berposisi sebagai penumpang gelap (iya soalnya udah mulai malam), aku sendiri gak tau mau dibawa mana, yg pasti, aku sedang di Jogja, dan ditemani guide tour yg baik, selain menanggung semua biaya hidup selama di sana, ternyata si Faqih juga sangat handal menjadi ojek pribadi. Oke, Mantap! Semoga  kamu tidak menyessal ya temanku.

"Kita dah sampai.." Kata Faqih sambil memarkir motor di tempat  yg  sudah banyak penjual oleh-oleh khas jogja, seperti baju-baju yg bertuliskan, I love Jogja, Malioboro dan  Dian Keren. Oke yg terakhir gak ada yg jual.

Berjalan sekitar 500 meter, aku sudah tau kalau yg di depan mata itu adalah Jl. Malioboro, sama persisi dengan foto-foto manusia yg sudah pernah ke jogja, kebanyakan  mereka mengujungi  tempat ini, yg menunjukan bahwa "gue lagi di jogja neeh, kalian kapan?".

Ada keinginan juga foto di tempat tersebut, berjalan mendekati kerumunan orang, sesekali aku meladeni mereka yg minta difotoin, kira-kira sampai 10 kali. Pengen rasanya teriak, "Gantian atuh Anjing!!!"

Dan inilah hasilnya.

 
bersandar padaku, rasakan hatiku~
Share: