YANG BIASA AJA!

Senin, 20 Maret 2017

Tentang Patah Hati

Gue kira, orang-orang yg sedang patah hati itu kerjaanya cuma diem di pojokan, galau, hatinya nyesek, pengen nangis tapi gak keluar air mata, yg ujungnya muntah-muntah di kamar mandi sampe ngeluarin emas batangan dari mulutnya. Tapi ternyata enggak juga, yg gue lihat dari orang-orang yg sedang patah hati di sekitar gue, mereka malah melakukan banyak kegiatan, seperti; baca buku, olahraga, ambil job kerjaan sebanyak mungkin, bikin hal-hal yg gak jelas, ngabisin duit sambil jalan-jalan dan makan kuaci sebelum tidur. Ya, mereka berbeda dari biasanya. Menyibukan diri sendiri, sampai lelah. Mungkin sedang berusaha melupakan, tidak, tapi merelakan.


Entah kenapa, sedikit sekali orang-orang yg patah hati melakukan kegiatan seperti tadi, dari pengalaman gue yg pernah patah hati juga, malah kebanyakan diem di pojokan, menyendiri, menghindari orang-orang dan malah mendengarkan lagu yg mendayu-dayu, seperti lagunya peterpan; semua tentang kita, mungkin nanti dan pujaan hati.

yg terakhir itu kangen band, mas!

Ada kalanya, saat seseorang sedang patah hati, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri, yg lebih parah, mereka malah menyalahkan orang lain, sampai menyalahkan keadaan. Hey boy's & girl's! Please, don't ever blame yourselves. Nothing wrong.

-----

Beberapa hari yg lalu, gue mengikuti suatu kelas dari perusahaan gue tentang kepemimpinan, yg dimana dalam satu sesi, gue bareng rekan kerja yg lain disuruh mendiskusikan suatu cerita, dan menyimpulkan siapa yg bersalah diantara orang-orang dalam cerita tersebut. Kalau tidak salah, berikut cerita yg gue rangkum dari ingatan gue;

"Rani adalah seorang gadis yg amat cantik di suatu desa, suatu ketika, ada Roni pemuda tampan yg melihat kecantikan Rani, tidak beberapa lama setelah mereka bertemu, akhirya Roni bertunangan dengan Rani, dan  Ranipun ikut dengan Roni ke desa seberang, Kediaman Roni.

Suatu hari, Ayah Rani mengirimi surat kepadanya kalau ayahnya tersebut sangat rindu padanya. Sampai akhirnya, Rani meminta bantuan calon suaminya tersebut untuk mengantarnya pulang ke rumah ayahnya. Tapi, sangat disayangkan, saat itu Roni sedang ada kerjaan mendesak yg tidak bisa ditinggalkan.

Karena kesal dengan calon suaminya tersebut, Ranipun memberanikan diri untuk pergi tanpa diantar Roni. Dengan sikap kesalnya ia pergi untuk bertemu sang ayah, bukan mudah untuk sampai ke tempat ayahnya tersebut, Rani harus menyebrangi sungai yg dipenuhi buaya, dengan menggunakan perahu. Ranipun meminta bantuan Tarjo, seorang pria baik yg sedia mengantakan Rani dengan perahunya. Alangkah sialnya Rani, sang pembawa dayung yaitu Tarjo, malah menjatuhkan dayungnya ke sungai yg dipenuhi buaya. Mereka panik tidak karuan, Rani teriak-teriak minta bantuan. satu jam, dua jam, tidak ada sama sekali pertolongan bagi mereka.

Sampai akhirnya ada salah satu perahu yg bersedia menolong mereka. Tapi, pemilik perahu tersebut, yaitu Jono, tidaklah begitu baik menolong seseorang, ia meminta imbalan, pamrih, yaitu Rani harus menikah dengannya. karena tidak ada pilihan lain, Ranipun menuruti permintaan jono. "daripada aku dimakan buaya", pikir Rani.

Mengetahui kalau Rani dinikahi Jono, Ronipun murka, galau dan akhirnya bunuh diri karena tidak menerima keadaan tersebut. Hingga akhirnya Rani menangisi juga keadaan itu. Ia menyesal, se-menyesal mungkin."

----

Setelah mendengar cerita tadi, gue bareng temen-temen lain berdiskusi untuk menentukan siapa yg bersalah dari cerita tersebut. Waktu 15 menit yg diberikan kepada kami, kami maksimalkan berpikir untuk mencari alasan siapa yg harus dipersalahkan diantara ke-empat orang; Rani, Roni, Tarjo, dan Jono dalam cerita tadi. Atau bahkan yg persalahkan itu ayah Rani, mungkin juga seeokor buayanya. Buaya darat.

Setelah waktu 15 menit itu habis, kelompok diskusi kami dan kelompok lain saling berdebat pendapat, ada yg menyalahkan Tarjo yg teledor karna menjatuhkan dayungnya, ada yg menyalahkan Jono yg pamrih dalam menolong seseorang, ada yg menyalahkan Roni yg langsung putus asa begitu saja hingga bunuh diri dan dari kelompok gue yg menyalahkan Rani yg begitu ngeyel pergi sendiri, ya, gue sendiri yg menyimpulkan kepada yg lain jika Rani-lah yg bersalah.

Kami berdebat dengan kelompok lain, berusaha menjatuhkan dugaan sementara dari masing-masing kelompok lawan, begitupun ketika kelompok kami angkat bicara. Kami saling menjatuhkan dengan pertanyaan-pertanyaan.

Sampai diskusi itu selesai, senior yg memberikan cerita tadi angkat bicara

"Diam sebentar!" teriaknya. "Dari cerita ini, tidak harus ada yg dipersalahkan, ya, memang, mereka pasti merasa bersalah semua, tapi inti cerita ini adalah, bahwa memang mudah sekali jika harus mencari kesalahan orang lain, tanpa mengoreksi lebih dalam. Ini adalah kebiasaan, jangan terus-terusan diulang. Seharusnya, jika yg sudah terjadi, biarkan saja berlalu, tinggalkan, berubah, perbaiki kesalahan, jangan di ulangi dan jangan pernah menyalahakan siapapun. Intinya, jika dalam dunia kerja, kita  harus menjadi  leader yg baik, tidak menyalahkan seseorang ketika melakukan suatu kesalahan, tapi ayo, perbaiki bersama-sama" Perkataanya yg membuat gue hening seketika, menyadari sesuatu kalau gue telah salah menilai keadaan dan seseorang dengan terburu-buru.

"Wah, leh ugha nih si bapak" pikir gue.

Entah kenapa, cerita dan penjelasan itu selalu gue ingat.

Menurut gue, kisah cinta Rani dan Roni ini peristiwanya masih berlanjut sampai sekarang, cuma lokasi, jalan cerita  dan orang-orangnya saja yg berbeda. Banyak orang-orang yg patah hati, terkadang mereka melakukan hal-hal yg tak seharusnya, seperti bunuh diri misalnya. Atau kiamat kecil dari patah hati, biasanya ia melakukan hal bodoh, seperti curhat masal di grup whatsapp. Please, jangan deh, nanti malu sendiri kalo di inget-inget. haha.

Buat kalian lagi patah hati karena putus cinta, ditolak gebetan, ditinggal nikah atau sama-sama cinta tapi gak bisa bersama karena beda agama, gapapa, galau aja dulu, tapi jangan lama-lama. Dan yg terpenting, jangan menyalahkan diri sendiri atau apapun itu, karena mencintai itu gak salah kok.

Mungkin memang sulit sekali jika baru banget patah hatinya, kata-kata seperti ini pasti akan disangkal, "halah, wedus kau, ian." Dan, baru kemudian setelah pikiran tenang, mulailah sadar, barulah bicara; Hei! You are not my angel. :)

Wadaw.. asik kaaaan. Salam supeer, mantab jiwa!

----

Eniwei, selain lagi doyan memeperhatikan orang yg sedang patah hati, gue juga lagi suka bikin video-video gak jelas yg dibuat dari hp. Meski haslinya gak bagus, ya lumayan lah buat upload di instagram.

A post shared by Dian Hendrianto (@dianhendrianto) on


Gimana, gak nyambung kan tulisannya? Ahaha

Selasa, 07 Maret 2017

Tulisan Ini Harus Diasuransikan

Semenjak mengenal blog, kehidupan pribadi gue lumayan berubah, selain cerita-cerita yg mengandung aib tersebar luas, juga ada hal-hal positif yg mempengaruhi keseharian gue. Hal-hal yg gue tuliskan di sini emang enggak semuanya bener, terlalu sembrono dong kalo masalah pribadi harus diumbar semuanya. Hehe.

Blog itu macam mie instan, kalo udah suka ya beli lagi dan lagi. Kalo udah tau enaknya pasti nulis lagi dan lagi. Apalagi kalo sudah dibumbui receh google, mantep abis deh pokoknya, terus ditambah ketemu temen baru, meetup bareng, ikutan workshop biar dapet goodiebag yg isinya pensil sama buku tulis, ya meskipun media kami sudah jarang coret mencoret lagi, tapi itu udah bikin seneng kok, dapet ilmunya.

Kayak pas gue ikutan workshop dari Sun Life Financial pada tanggal 18 februari 2017 di kota Kasablanka, Jakarta. Ini acara seru abis sih, gue bareng temen-temen blogger lain ikut membaur bareng mahasiswa/wi dan juga orang-orang yg mungkin kerjaannya emang di media. Apalagi kalo udah ada dedek-dedek gemes, makin semangat aja pokoknya.

-----

Kebetulan karena tinggal di Bekasi, tentu gue harus berangkat naik kereta untuk sampai ke lokasinya, gak kebayang kalo gue ngeyel naik motor ke jakarta. Meski sudah berkali-kali muterin Jakarta, gue masih belum hafal rute, mentok-mentok ditilang polisi karna memasuki jalur cepat. Kalo udah kayak gitu ya bisa apa, minta jalur damai dong...

...di pengadilan.

Selama di kereta, gue gak sendirian, ada Sabil yg berangkat dari stasiun bekasi juga, lalu ternyata ada Yoga juga naik kereta, kayaknya dia dari Palmerah, dengan rambut gondrongnya yg semakin lebat. Kami sama-sama transit di manggarai, cuma kami beda gerbong. Kebetulan karena gue bisa melakukan telepati, gue bisa tau keberadaan mereka. telepati whatsapp maksudnya. Hehe, gak lucu yah, maaf-maaf.

Ketika sampai di stasiun terakhir yaitu Tebet, kami masih harus melanjutkan perjalanan dengan naik angkot untuk sampai ke lokasi, mungkin jika diperkirakan jaraknya cuma 10 menit untuk sampai ke lokasi tersebut. Diwaktu 10 menit itu, kami cukup produktif melakukan perbincangan mengenai film-film thailand, dengan lantangnya merekomendasikan film yg udah ditonton ke dedek-dedek SMA yg ada di sebelah kami. Mereka cuma mesem-mesem gitu sih, kayaknya dedek-dedek sma ini udah tau semua film thailand deh, termasuk jan dara.

MASIH AJA DIBAHAS..!!!!

Perjalanan 10 menit di angkot itu tidak cukup menyenangkan, ditemani bau bensin yg menyengat, ini mungkin biasa aja bagi mereka yg sudah terbiasa, tapi tidak bagi gue. Jika orang-orang suka mabuk-mabukan pake alkohol, mungkin dia belum pernah ngerasain gak enaknya mabuk karna bau bensin  di angkot deh. 'Manteep abiiis cooy!'. Ini cuma meluruskan aja sih, gak  usah ngeledek, pokoknya kalo mau ngajak gue perjalanan jauh, diusahakan naek kereta aja yah, atau naik motor, bukan apa-apa, takut nyusahin kalian aja. Uhuk.

-------

Dan ketika sampai di Mall Kasablanka, kami harus mencari-cari lokasi acara Blogger Day Sun Life Financial diadakan, karena emang gedungnya cukup besar, maka yg kami lakukan sejak jaman hoax gajah takut semut adalah dengan cara bertanya ke satpam,

"Bapak kamu satpam yah?"

Gak gitu.

"Aruba room di mana ya pak?"

"Ooh.. kalian mau ke acara itu yah? Dari sini lurus, ada tanggal naik ke arah kanan, nah, di situ." Dengan lantangnya sibapak satpam menjawab pertanyaan kami, layaknya dia udah bosen ditanyain pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Pertanyaan dari sekian banyak orang yg dateng untuk acara-acara yg ada di mall ini.

Karna sudah ditunjukkan lokasinya, kami bergegas menuju tempat tersebut, tempat yg belum tentu kebenarannya.

Ketika sampai di lokasi, kami langsung masuk. Sebelumnya, tas kami dicek terlebih dahulu, takut disangka bawa bom panci kayaknya.

Dan.. voilaaaaaa..!! udah banyak orang. Kami atau khususnya gue, gak mengira kalo yg hadir di workshop kali ini isinya kebanyakan cewe, bahkan 90% cewek. Sambil berjalan lurus ke dalam, kami muter-muter mencari-cari teman blogger lainnya, dari sudut ke sudut gak ada satupun teman kami. Apalagi nyari si Reza yg ukurannya mungil. Udah kayak nyari bom panci aja deh pokoknya.

Ketika mondar-mandir tanpa kejelasan keberadaan dari rekan-rekan blogger yg budiman, kami mencoba untuk bertanya kembali apakah ruangan ini memang benar untuk acara #BloggerDay dari sunlife atau bukan. Bertanya pada manusia tak ada jawabnya.. aku bertanya pada langit tua, langit tak mendengar.. Oh maaf malah nyanyi.

"Pak aruba room di mana yah" Sabil bertanya, " Yg acara Sun Life..."

"Oh... di sana, sebelah utara.." sambil menunjuk kalau ternyata kami salah kamar.

Dan pemirsa!!! Kami salah masuk. Pantesan pas masuk udah agak aneh, dedek-dedek gemes yg ada di dalam ruangan tadi ngelirik-lirik judes, sambil membawa poster boyband korea mereka menatap nanar kami bertiga. dikira astis k-pop kali ya. Berhubung kami salah masuk ke acara boyband, kalo gak salah boyband-nya Got7, atau got-got apalah itu. Got tikus.

beberapa menit setelah nayasarnya kami, akhirnya lokasinya ketemu. Tapi sayang sekali padahal gue lebih seneng di tempat tadi dengan banyaknya dedek gemes yg menggiurkan.. uhuuuy...

Lebih Baik (Tanpa Kami)
Sesampainya di lokasi, kami melakukan registrasi terlebih dahulu yg kemudian dilanjutkan dengan menyantap hidangan, sekali lagi, HIDANGAN. Acara makan-makan gratis ini yg sebenarnya gue minati.

di workshop sun life financial ini, adalah menambah wawasan gue tentang pentingnya asuransi jiwa, dan kesehatan. Asuransi, terkadang kita sebagai manusia yg lagi sehat-sehat aja mungkin gak terlalu membutuhkannya ya, apalagi kalo berduit banyak, tapi, jika dipikir-pikir lagi, asuransi itu juga cukup penting, untuk jaka panjang loh, untuk masa depan. Kalo ingin lebih jelasnya kalian bisa buka situs Sun Life deh, ehe.

Selain mendapat pemahaman tentang asuransi, gue juga mendapat ilmu tentang photography dari om Arbain Rambey, juga belajar tentang konten-konten video dari Om Ded dan juga tentang kekonsistenan menjadi seorang blogger dari mba.. mba siapa ya lupa?

Asiknya Workshop ini juga gak dapet ilmu doang, tapi asyiknya juga dapet abis dari penampilan indie Endah N Rhesa.

So... ini cuplikan singkat dari gue, gak rekam banyak sih.

A post shared by Dian Hendrianto (@dianhendrianto) on

Np: Tulisan ini untuk terima kasih saja atas gratisannya.

Copyright © Dian Hendrianto

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com | Edit By DND