Tempat Bercerita

Senin, 25 April 2016

KISAH MIRA

Sekitar jam 3 sore di sebuah kafe....

Sedikit lebih lama dari biasanya, menunggu adalah sesuatu hal yang paling membosankan bagi siapa saja, tapi entah racun apa yang aku tenggak saat itu, tidak ada kata bosan sama sekali yang aku rasakan. Aku tetap menunggunya, sampai ia tiba.


"Apakah aku ini lebih menarik diBmata perempuan dari pada diBmata lelaki, bang?" Mira berbicara dengan wajah yang terlihat murung, tidak seperti biasanya.

"Memangnya kenapa Mira? Menurutku tidak juga. Kamu selalu menarik diBmataku. Memang perempuan mana yang kamu maksud?" aku menjawab sekaligus bertanya, seolah-olah aku penasaran. Ya! aku memang selalu penasaran terhadap Mira.

"Ayo tebak siapa perempuan itu, bang? Hehe" Mira melanjutkan kata-katanya dengan tambahan pertanyaan.

"Hmmm.... Nanti aku selidiki dulu yah, hehe. ini ada dua orang dan dua kemungkinan, Wanita pertama aku mengenalnya dan yang kedua aku tidak mengenalnya sama sekali, benar?"  jawabku dengan mimik muka yang sok tau dan sedikit belagu.

percakapan itu sudah terlalu jauh, seperti biasa candaanku kepada seseorang selalu akan masuk ke 'dunianya' secara perlahan, mengetahui apa yang seharusnya tidak diketahui, Mendengar apa yang seharusnya tidak untuk didengarkan. Bukan ahliku sebenarnya menggali hati seseorang, tapi seperti biasa, aku mendapatkan satu cerita yang sedikit rumit untuk dijelaskan dari Mira.

***
Ini tentang dua perempuan yang mendapat anugerah serta mendapat musibah. Tentang seseorang yang menurutku mendapat hidayah dari Tuhan untuk selalu taat pada-Nya, mengingat-Nya dan apapun itu, maka kembali serahkanlah pada Tuhan.

Lalu apa yang terjadi dengan wanita yang mendapat musibah itu? Wanita yang mungkin sudah tidak mengingat Tuhan sama sekali atau mungkin bukan tidak mengingat Tuhan, melainkan membenciNya.

*
23 april 2016, aku bertemu dengan Mira. seperti biasa, dia terlihat anggun dengan busana muslimah trend masa kini, subhanallah. Maaf Mira, Aku selalu menyukaimu.

Sudah beberapa bulan tidak bertemu pasti akan selalu banyak kisah yang saling kami ceritakan, sedemikian kata dituangkan untuk menghilangan rasa canggung, candaan-candaan sederhana seperti biasa selalu kami lontarkan dari mulut masing-masing. Cukup lama kita berbincang, hingga sampai pada titik pembicaraan yang cukup serius itu kami lanjutkan, percakapan yang memulai awal dari sedikit kesedihan yang Mira rasakan.

"Gimana, udah ketemu belum pelakunya? Haha!" sambung Mira disela-sela kami mengobrol.

"Aku kenal gak sih sama salah satunya?" dengan tidak yakin akan jawabanku yang sudah di ujung kepala.

"Takut salah sebut nama orang, nanti su'udzon, hahaha" lanutku.

"Iya, memang kenal.. Masih belum berani sebutin namanya nih?"  jawaban sekaligus pertanyaan dari Mira yang membuatku semakin berani untuk menyebut nama perempuan yang Mira maksud.

Sebelum aku menyebutkan nama perempuan itu, malamnya aku menganalisa beberapa hal, seperti dalam buku Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, bahwa untuk mengetahui suatu kejadian maka lihatlah sekitarnya terlebih dahulu sampai mendetail. Maka akupun juga harus melakukannya.

Pertama, aku lihat pada status Facebook Mira yang cukup tersirat dan punya maksud tertentu. dan seperti apa komentar di dalamnya, apakah ada yang mencurigakan? Dan, ya, memang ada!

"Mohon maaf semoga salah ya Mira, Maafkanlah atas ke-su'udzonanku ini.. Siti 'kah, orangnya? benarkah?" (Siti = nama samaran, *suara juga disamarkan)

Tatapan serius yang aku tujukan kepada Mira, yang semoga tebakan itu adalah salah, dan semoga aku tidak disangka mau menghipnotis dia karna terlalu lama menatap.

"Boleh Mira tanya, kenapa bisa Siti jawaban nya, bang?? Curiga nya dari mana..??" Mira semakin bertanya-tanya kenapa aku bisa menebak seperti itu.

"Gini yah, ini cuma analisa aja;
  1. Dia komen duluan di status kamu, dibaca-baca sih komennya pake hati (sedikit sakit hati)
  2. Balesan komen dari mira juga cuma simblo 'smile' (ini bisa jadi pertanda juga)
  3. Dari statusnya Siti. kayaknya lagi putus asa. Lagi nyari jatidiri gitu.
  4. Dan, Semoga cuma kebetulan."

Jawaban dari analisaku kepada Mira tentang kenapa aku menebak Siti lah orang yang Mira maksud sebagai pelakunya.

"Bang? Kepekaan kamu hebat! cukup tau untuk diri sendiri aja, pura-pura gak tau aja yah. Mira kira gak bakalan ketebak." perkataan mira yang membenarkan atas dugaanku.







[BEBERAPA PARAGRAF DI BAGIAN INI TELAH DIHAPUS]






Sedikit dari apa yang Mira ceritakan:
"Mira itu bingung caranya supaya dia bisa berfikir dan menyesali semuanya, Hijrah dan kembali seperti dulu.. Bicara secara pribadi udah lakuin kewajiban mira sendiri, Tapi gak masuk-masuk ke pikiran dia.

Mungkin harus dipublikasi agar sedikit takut atas perbuatannya di masa depan nanti, jangan sampai orang lain yang kena ..Bukan main, kalau harus Mira ceritakan secara rinci, sudah gak tergambar karna ketekunannya dalam prinsip supaya hidup orang lain hancur manusia yang selalu menyembah Allah. 

Mira sebenarnya gak punya masalah sama sekali sama dia, hanya saja Mira di mata dia terlalu Patuh katanya sama Allah, kata dari dia tentang "kenapa Mira harus shalat?" Ini buat Mira teriris, bang! Ini tugas Mira juga mengembalikan dirinya, tapi sulit karna dia gak mau menerima. Mira yang gak pernah ingin memperhitungkan tapi ditusuk Kawan sendiri tanpa sebab rasanya kaya mimpi. Bukan lagi Mira yang dipermainkan.

Yang bikin geram dia berani masuk dalam keluarga mira, Hingga mamah pernah kecewa. kalau mamah masih ada, Mira ingin menceritakan yang sebenarnya, kalau laki-laki yang selama ini adalah wanita yang pernah main ke rumah, Tapi sayang Mira taunya terlambat setelah mamah pergi, rasa bersalah karna belum bisa menuntaskan semuanya.

Secara psikolog, Mira terganggu dan takut sama dia.. Mira gak terlalu kenal sama dia sebenarnya , tapi gak tau kenapa tiba-tiba dia deket sama Mira."  --Mira Susan. 








[BEBERAPA PARAGRAF DI BAGIAN INI TELAH DIHAPUS]







Waktu sudah mulai sore, kami sudah cukup lama bercerita, dan kamipun saling berpamitan, merangkul kepergian masing-masing yang entah kapan akan dipertemukan kembali.

"Miraa..!!" aku kembali memanggil Mira yang sudah disebrang jalan.

"Iya kenapa?" Mira berbalik.

"Lalu bagaimana dengan perempuan yang satunya lagi?" aku hampir melupakan perempuan kedua yang belum Mira ceritakan.

"Oke, nanti kalau ketemu Insha Allah Mira ceritain." Mira tersenyum, aku bahagia melihatnya.

"Hmm.. Baiklah.." Aku tersenyum kembali mendengar jawabnya

"Ya udah, setidaknya gak penasaran lagi kan, tanpa Mira bercerita juga pasti akan terbuka kok. Syukron ala kulli hal. Semoga apa yang Mira ceritakan tidak menjadi gibah, dan mohon maaf jika Mira lancang dalam bercerita. Sehat selalu, Bang! Dan tetap Istiqomah dalam menakapi hidup. :)"

"Iya Mira, sampai jumpa lagi.." atau "Selamat Tinggal"


PS: Kisah Mira takkan pernah tertulis lagi di sini, selamanya. -2017

Kamis, 21 April 2016

Tidak ditakdirkan bermusik


Musik mampu mengubah banyak hal, tentang kesedihan, kebahagiaan, kehidupan sehari-hari ataupun juga yang lebih sering, ya, tentang cinta. Tidak melulu berbicara tentang cinta, kali ini gue punya pengalaman tentang musik, atau lebih spesifiknya ini tentang pengalaman gue bersama gitar yang ceritanya cukup kurang asik untuk dibahas;

Pertama kali gue suka gitar, itu karna gue dicekokin oleh saudara atau bisa dibilang kakak gue. Semenjak dia masuk SMA, dia punya band bernama 'Satria'. Karna sering bawa temen-temennya ke rumah, gue hampir setiap hari ikut kumpul bareng mereka. Ikutan lihat bagaimana mereka latihan, dan kadang gue juga ikut menyumbang lagu meski akhirnya gue disuruh berhenti nyanyi, padahal belum sekalipun mengeluarkan suara, mungkin karna mereka sudah tau potensi saya tidak perlu diragukan lagi.

Keseringan kumpul bareng itu yang pada akhirnya gue makin suka akan musik, yang paling mencolok adalah gue jadi suka main gitar, gitar yang menurut gue paling enak buat dibawa ke mana-mana, berasa jadi cool aja gitu, dan menambah ketampanan seorang pria jika memainkannya, ya! meski 'menambah ketampanan' itu cuma mitos.

Mulai  hari itu, hari demi  hari gue makin menekuni belajar gitar, bisa dibilang otomotif, maaf maksudnya otodidak. setiap melihat kakak gue main gitar bareng band nya, kebetuan waktu itu gue masih SMP dan kakak gue udah SMA. Rasa penasaran "pengen banget bisa" di diri gue semakin menjadi-jadi, semangat buat menekuni bidang musik, khususnya gitar. Selama hampir setahun gue belajar, dan dari setahun itu gue sama sekali gak punya gitar, cuma kalo kaka gue pulang ke rumah dan membawa gitar, pasti seharian penuh gue maenin. Dari mulai jari-jari gue hampir kriting gara-gara pengen bisa kunci F, sampe senar-senarnya fals gak jelas dan sampe-sampe dimarahin gara-gara petikan jari gue ke senar gitar yang hampir membuat putus.

Singkat cerita, setelah gue lulus SMP dan memasuki SMA, rasa cinta akan satu alat musik ini semakin serius, setelah gue tau kalo di ruang seni terdapat beberapa alat musik, mulai dari alat musik tradisional sampai alat musik modern. Berkumpul bareng orang-rang baru, sesama pecinta musik yang emang mereka udah jago, khususnya maen gitar, gue seneng banget pastinya!

sekiat satu tahun pertama berada di SMA, gue memasuki babak kedua, kelas 2. Gue mulai membeli gitar dari salah satu temen, yang gue tau sekarang bahwa gitar yg gue beli itu hasil dia nyolong. Enggak  tau nyolong punya  siapa, saat itu gue gak peduli yang penting gue punya gitar.

Hampir setiap hari. Di kosan gue berisik akan suara jeritan setan dan nada-nada misterius, sampai membuat tetangga sesama kosan gue merinding dibuatnya.

Enggak kok, itu bukan saiton, itu cuma suara gitar gue yang fals ditambah suara gue yang sama falsnya. Jadilah nada sambung kuburan band.

Enggak tau kenapa, gue gak lancar-lancar main gitar. Gue belajar cuma dari video ysng gue download di warnet. Ada beberapa video yang udah gue download, gue sering belajar dari youtbe-nya 'Theo Acoustic'. Mungkin buat temen-temen  yang sering lihat cara belajar gitar dari Youtube, tau juga siapa dia.

Sebulan setelah gitar itu gue beli, gue tinggal di kosan. Dan saat gue tinggal pulang kampung, o ya! Gue pas sma itu ngekost, jadi udah biasa kalo menu sarapan gue pake telor sama mie instant. Oke maaf gak penting. Lanjut cerita selama gue pulang kampung, ada kabar dari salah satu guru gue bahwa kostan gue itu kebakaran, gue ya gak langsung percaya gitu aja; "ah bapak ini becanda mulu... Bohong kali.. Haha" jawab gue setelah guru gue nelpon. Tapi guru gue tetep keukeuh  (ngotot) kalo dia gak bohong. Gue nyoba nelpon temen se-kost-an gue, ternyata yang jawab telpon gue, ceweknya "Asep lagi ngamuuk.. Barang-barangnya kebakar.. Cepet kesini!!" ternyata beneran!

Dari situ, gitar gue pun habis tak tersisa. Cuma senar karatan dan juga baju-baju sekolah gue yang tak tersisa. Betapa gue tidak diizinkan bermusik, baru sebulan punya alat musik aja udah dilahap api sialan.

Gue gak mau putus asa akan barang-barang gue yang udah ilang, gue tetep lanjut belajar musik. Lagu yang bisa gue mainkan cuma 'tercipta untukmu' dari Band Ungu. Dari gue lancar maen gitar dan lagunya itu-itu aja, gue berhasil nyanyi di depan cewek-cewek yang gue taksir di SMA waktu itu, dan hasilnya gue beberapa kali ditolak dengan alasan "kamu lagi ngamen? Maaf aku gak suka kangen band!". Wooy.. Itu lagu UNGUU....

Kelas 3 SMA, gue udah cukup lancar main gitar, berdendang kesana-kemari menyanyikan lagu 'begadang'nya Rhoma Irama.

Memasuki kelulusan, gue sempet ikut andil dalam acara pentas seni di sekolah. Menyanyikan sebuah lagu perpisahan bareng temen-temen gue. Gue belajar mati-matian meski gue gak jago. Saat sudah lancar lagu itu, tiba-tiba nasib berkata lain, gue harus pergi satu minggu sebelum PENSI itu dimulai, gue pergi ke salah satu tempat terpanas dimuka bumi ini.

Gak masalah bagi 'mereka' ninggalin satu lagu yang bakalan gue mainkan dipentas seni itu, udah ada orang lain yang gantiin gue buat manggung di depan temen-temen seangkatan gue. Tapi, betapa gue menyesali karna sudah menyia-nyiakan kesempatan itu, meninggalkan sebuah kenangan yang seharusnya gue buat sedemikian indah pada masa akhir sekolah.

Sekarang ini, gue udah punya satu gitar yang sudah menemani gue menjomblo beberapa tahun ini, dan dari beberapa lagu yang sering gue nyanyikan adalah lagu dari band SATRIA, band kakak gue dulu pas SMA, dan beberapa lagu yang menurut gue bikin semangat buat hidup. Dan dari musik, banyak pengalaman yang udah gue dapet dari pahit sampai manisnya.

www.tumblr.com 

Tidak ditakdirkan bermusik? Menurut gue ini bukan takdir, ini hanya nasib saja. untuk menguasai suatu hal, bermain gitar misalnya, kita harus benar-benar belajar sesuatu yang kita inginkan. Kayak gue yang emang mungkin dulu gak bener-bener menekuninya. Gue udah menyia-nyiakan waktu. Tapi tidak masalah, gue udah bersyukur punya pengalaman bermusik, ketemu temen-temen baru, hal baru, cerita baru. Ya... musik emang mampu mengubah banyak hal, tentang jalan hidup, cinta dan mungkin keputus-asaan.

Untuk gitar gue yang sekarang, gue tetep mengasahnya supaya semakin lancar (ini maen gitar apa maen golok), belajar bareng tetangga-tetangga gue yang sama suka musik, nongkrong bareng, nyanyi bareng, dengan suara fals bareng-bareng. Tetap lanjutkan....

Oya, sampai saat ini, gue udah hampir hafal kunci-kunci gitar, tapi ternyata ada dua hal yang selama ini mengganggu proses bisanya gue main gitar, yaitu; gue buta nada, dan yang terakhir, SUARA GUE GAK ADA BAGUS-BAGUSNYA BANSAAAAT...

T____T

Sabtu, 16 April 2016

Tips Mendapatkan Gebetan, Langsung dari Ahlinya

"Emang cewek suka cowok yang kayak gimana sih?" gue nanya sama temen gue, Siti. yang kebetulan lagi makan baso urat, yg padahal kisah cinta dia juga lagi bergelombang, gak jelas.

"Gini yah, cewek itu suka cowok yang apa adanya, jadi ya apa adanya kamu aja, gak usah jadi orang lain" ngomong sambil kepedesan sok bijak, mentang-mentang gue yang bayarin baksonya.

"Terus nih ya, kasih dia perhatian sampe hatinya luluh. Tapi perempuan gak bakal nerima si cowok gitu aja, dia bakalan lihat dulu perjuangannya sampe gimana, huh.. Haah.. Huh.. Haah.. Mas yanto sambelnya tambah dong!!" lanjut ngomong dengan muka merah merona sambil manggil-manggil tukang baso, temen gue, Siti; omongannya suka rada bener kalo lagi gue traktir makan, tumben.

Setelah gue pikir-pikir lagi, "jadi cuma itu doang yah" lalu mikir lagi.. "itu doang..

ITU DOANG..?

ITU AJAA YAA?

SAMPE SEGITUNYA?"

Ribet juga ya. Jadi intinya ini  tuh ada tiga hal penting untuk mendapatkan seseorang menurut bu  Siti, mari kita simak;

Apa adanya aja
tampil cool (giphy.com)
Memang, mendekati seseorang yang baru kita kenal, atau seseorang itu ingin kita miliki, maka biasanya kita (bisa cewek atau cowok) bakalan se-maksimal mungkin buat tampil cool atau terlihat menarik saat di depannya. Misalnya pas dia lewat, kita ngangkat mobil, push-up di jalan pas lampu merah atau berubah jadi ganteng-ganteng srigala atau juga ngalis sampe lima jam (yang ini cowok cool banget). Tapi kenyataannya, cewek itu suka sama yang apa adanya aja, "inget! Apa adanya!!" sambung Siti.

Emang apa adanya yang kayak gimana? Apa adanya itu ya kita gak perlu jadi orang lain buat dapetin suatu hal, cukup dengan apa yang kita bisa atau kita jangan melakukan sesuatu hal yang padahal kita aja gak suka, gitu. Jangan karena kita pengen banget buat dapetin dia, kita nyoba-nyoba jadi Agung Hercules, nyanyi lagu Astuti didepan doi. "bener nih, Ti..?" gue nyoba meyakinkan diri nanya ke Siti. "ya coba aja dulu deh.. Sapa tau berhasil.." jawaban dari Siti yang pengen banget gue timpuk pake mangkok baso ke mukanya.

Kasih dia perhatian lebih
Sebuah perhatian, kayaknya gue tidak cukup paham hal semacam itu. Akan tetapi, gue atau kita sebagai cowo (kalo yg baca perempuan cukup nyimak aja, simple kok gak ribet), mungkin sering atau pernah mencintai seseorang ((mencintai ceunah barudaaak)) tapi gagal di tengah hubungan dengan alasan "kurang perhatian atau istilah gaulnya GAK PEKA ANJIR!".

Perhatian seperti apa maksudnya? Secara gak sadar, kita sering tidak memperhatikan hal-hal kecil yang padahal itu bisa berdampak besar kedepannya. Seperti; "eh lagi ngapain? Udah nyapu jalan belum?" yang seperti itu kalo dilakukan sering-sering mungkin lama-lama dia bakalan klepek-klepek sama kita, ini sih berlaku buat cowok atau cewek. Jadi, sederhananya kalian harus bisa buat dia nyaman sama hal-hal kecil yang kita berikan, bukannya bikin dia illfil, misalnya "eh.. Hari ini kok kamu gendutan yah..!" -_-

Diperjuangkan
kejar dia (giphy.con)
Dulu gue pernah gebet cewek yang baru gue kenal, gue gak berani langsung buat minta nomor hp atau pin bb nya langsung (anying pin bb, hahahaha). Lalu gue minta dimintain pin bb-nya sama temen gue. udah dapet, gue bbm-in terus tuh.
"hai.." singkat gue..
"ya.." makin singkat jawabnya.
"lagi ngapain..?" gue
"mau tidur.." dia bales
"kenalan dong, sapa namanya?" begonya gue langsung minta kenalan.
"Hai.. Gak dibales?" gue
"kalanan dong.. Hehe.." gue lagi
"Haloo, meninggal yah." lagi-lagi gue

Setelah itu bbm gue di delcom (delete contact)

Dasar begonya gue, deketin cewe aja segitunya, ya dia jadi illfil. Ini pengalaman tergagal yang gue pernah alami, abis bbm gue di delcon, gue nyerah gitu aja, gak pengen tau kabar dia lagi, merasa sakit hati, sakit hati sebelah. Padahal, belum tentu dia sejahat itu, ya wajarlah, namanya juga orang gak kenal. Tapi kalo andai aja gue deketin secara perlahan, walau kemungkinannya ditolak, bukan tidak mungkin kalo diperjuangkan terus-menerus, gue bakal dapetin tuh gebetan yang "gajadi". Intinya, buat dapetin seseorang itu ya harus secara halus, santai dan jangan berlebihan.

"Jadi gimana? Udah cukup ngerti kan..?" kata Siti, sambil megangin perut yang kekenyangan. "hmm.. Oke deh, kayaknya gue harus pelan-pelan buat dapetin neng Ayu Tingting.."

Dengan semangat gue sambil ngambil jaket dan konci motor.  "Ti.. Do'a in gue yah, mau ke rumahnya Ayu.." sambung gue. "Oke vroh.. Semoga berhasil, jangan lupa tips dari gue.." jawaban yang menyemangati dari Siti.

Gue pergi dengan pikiran-pikiran yang sedikit tidak waras, tau harus gimana buat dapetin neng Ayu, dan yang paling penting, bukan gue yang traktir Siti, tapi Siti yang bayarin semuanya.. Ya, berhubung dia gak punya duit, paling-paling dia disuruh ngulek sambel sama mang Yanto, tukang bakso paling paporit pokokna mah atuh euy lah  mantap pisan...

Kamis, 14 April 2016

Selamat ulang tahun Guruku, wilman septiana

Sumber: tanyakata.net

Masa SMA emang gak ada habisnya buat dikenang, terlalu indah. Dihukum bersihin wc pun kalo di inget-inget jadi indah aja. gak tau kenapa.

Kilas balik waktu SMA gue dulu, ada salah satu orang yg gue kagumin, dia adalah salah satu guru yg menurut gue menjanjikan, bukan hanya soal pelajarannya. Tapi sikap dimana pendidikan karakter itu penting. Beliau adalah guru pelajaran bahasa inggris di kelas 10 dan 11 (kelas satu & dua), dalam setiap pelajarannya, beliau gak pernah bikin murid-muridnya stress, kadang selalu bawa gitar, petikan akustik dari belakang ruang kelas menjadi pelajaran tambah rileks dan terkadang curhat tentang hidupnya yg udah-udah.

Entah kenapa, cerita-cerita beliau itu masih gue inget dari pada pelajaran lain atau pelajarannya, padahal nulis "aku lagi bosan" dalam bahasa inggris aja sampe sekarang kadang masih salah, i am boring  yg seharusnya i am bored.

Setiap jam pelajarannya, terkadang di isi hal-hal yg menurut gue  berguna buat kedepannya. Pernah saat pelajaran dimulai, gue seneng karna bakalan nonton video bareng, yg gue tonton sama temen-temen sekelas itu film india. Bukan kalhonaho atau film india yg joget-joget sama pohon lainnya, tapi film yg mendidik, edukasi kehidupan, filmnya amir khan; 3 idiot dan satu lagi gue lupa judulnya, entarlah dicari di kakak gugel.

Dari film itu, beliau menjelaskan banyak hal, tentang harus bagaimana, harus melakukan apa dan hal-hal lain yg membuat gue berpikir; "oh.. Benar juga yah." hmm. Iya.." "bener bener.."
Bukan hanya itu, terkadang saat diluar pelajaranpun beliau selalu memberikan support pada murid-muridnya, Termasuk gue. 

Sosok seorang guru, menurut gue, bukan hanya sekedar menjelaskan pelajaran agar muridnya mengerti, karna jika hanya mengerti, bisa saja besok dia bisa lupa lagi, dan saat melupakan pelajaran itu, dia hanya bakal buka buku lagi. Tapi seorang guru, ialah yg mampu membuat seorang murid mengerti, paham dan ingat kejadian tersebut. Caranya bisa dengan menyisipkan suatu cerita hidup yg bermanfaat. Kayak "bapak, dulu itu pernah berandal, sekarang semua itu bapak sesali.." cerita sambil nulis dipapan tulis. Atau "gini yah, kalo kamu udah lulus.. Bla bla bla.. Dan bla"..

Yg seperti itu mungkin suatu saat nanti setelah lulus, seorang mantan murid bakalan inget, "dulu guru gue pas sma, pernah bilang gini, jangan gini, dan ternyata itu bener.. Gue inget pas dia lagi ngajar kayak gini.." ya, hal sederhananya seperti itu, sama hal yg dilakukan beliau.

Beliau adalah salah satu guru terfavorit disekolah, dengan wiabawanya, pembawaannya dan hal-hal yg patut disyukuri oleh gue karna pernah belajar darinya. Tentang hidup yg gimana mestinya. Gak nyerah gitu aja.

Sekarang ini, yg masih patut dicontoh dari beliau adalah kerja keras dan pantang menyerahnya, beliau sekarang masih melanjutkan pendidikan pascasarjana-nya di negeri paman sam sana (arizona state University) , meski meninggalkan anak istri (eh, udah punya baby kan pak? Mohon maaf sedikit pikun), tapi beliau tetap menginginkan pendidikannya gak berhenti di satu titik, beliau hanya yakin pada satu koma, lalu melanjutkan untuk sampai pada titik tertentu.


Selamat ulang tahun, pak Wilman septiana. 13 april


"Terimakasih atas pelajaran yg bapak berikan dulu, saya selalu mengingat hal-hal baik dari bapak, meski dalam hal pelajaran saya cukup bodoh mempelajarinya, tapi berkat bapak, Berkat motivasi bapak, Hal-hal kecil tentang kehidupan sebagian sudah saya terapkan. Sukses selalu pak, insya allah saya juga bakalan sukses, aamiin. Ya meski bapak mungkin lupa akan saya, tapi seorang guru bakalan di ingat selalu oleh muridnya pak, Hehe. Terimakasih"

Special thanks...
Sekali lagi, selamat ulang tahun, Guruku, pak Wilman septiana.
Mohon maaf jika ada salah-salah kata atau perbuatan. :)

Pak willman baju biru
See,,  I'm Willman. I'm just a will man

Yaps!! Itulah kilas balik masa SMA gue. Yg kebetulan 13 april kemaren bertepatan dengan ulang tahun beliau. Guru favorit gue.
Buat temen-temen, pasti ada juga seseorang yg mungkin selalu di ingat semasa hidupnya, atau pas sekolah ingat guru favoritnya juga, bisa diceritain dikolom komentar, gue yakin setiap orang punya kilas balik keren dalam hidupnya. :)

Kamis, 07 April 2016

Tipe-tipe mantan yg harus diketahui


Di dalam dunia percintaan jika kita sudah berani memulai suatu hubungan, pastinya harus siap juga dengan resiko hubungannya akan putus nantinya. Entah itu putus karena hal yang diinginkan, seperti putus pacaran dan akhirnya menikah, atau putus pacaran ya karena emang udah engga cocok aja. Karena ya, seperti sebuah telur, jika semakin lama umurnya maka telur itu akan semakin membusuk. Begitu juga dengan suatu hubungan, semakin lama umur hubungan tersebut, maka semakin kelihatan sifat busuknya pasangan kita. Itu memang sudah resikonya orang pacaran, mau nunggu sampai alien dari Planet Namec turun ke Bumi lalu menjadi presiden the Fed juga tetap nggak bakalan ada manusia yang sempurna. Bagaimana cara kita menerima segala kekurangan pasangan adalah bumbu-bumbu pahit dalam suatu hubungan, seperti cengkeh di semur ayam, mau engga mau juga harus ada. If you want a good relationship, deal with it.

Nah, jika memang akhirnya harus putus ya tidak mengapa. Jadikan pengalaman untuk hubungan yang lebih baik kedepannya. Lumayan kan bisa nambah-nambahin pengalaman di CV. Tapi, hubungan dengan mantan juga sebaiknya dijaga tetap baik, walaupun pada kenyataannya di lapangan, kebanyakan berakhir jadi musuh. Agak lucu sih kalau dipikir-pikir, kalian adalah sepasang kekasih yang saling mencinta berjanji sehidup semati sebelumnya, tapi begitu putus, sewaktu papasan aja engga teguran. Begitu pentingkah status dimuka bumi ini? Nah, kali ini gue  akan membahas tipe-tipe mantan yang sebenarnya agak tabu untuk dibicarakan, karena mantan adalah makhluk yang mudah tersinggung. Semoga mereka nggak baca tulisan ini (lol). Langsung saja berikut tipe-tipe mantan yang harus diketahui. Mungkin beberapa dari kalian pernah merasakan mantan yang seperti ini.

1. Mantan yang penuh drama
Mantan seperti ini lebih cocok ikutan casting ftv-ftv masa kini aja deh daripada bakatnya terbuang percuma kan. Mantan jenis ini biasanya setelah putus suka mulai mencari perhatian orang banyak, membuat seakan-akan kejadian dirinya putus itu semua orang harus tahu. Dan biasanya juga membuat status di sosial media seperti ini, Akhirnya separuh jiwaku pergi, entah bagaimana bisa aku melalui hari-hari tanpanya lagi. Selamat tinggal ndutku, mungkin kita memang nggak jodoh :)) *sad *sad *sad. Bangke kan. Bacanya aja udah mules. Biasanya juga postnya mantan jenis ini akan di-comment temen-temen deketnya yang sama aja dramanya. Terus mereka drama aja deh rame-rame, agar hari itu resmi diingat sebagai hari berkabung bersama dan diperingati setiap tahun.
Populasi mantan jenis ini: Sangat banyak.

2. Mantan sang stalker papan atas
Mantan jenis ini biasanya gerak-geriknya tidak terlihat dengan mata telanjang. Secara kasat mata mereka sudah terlihat tidak peduli lagi dengan kalian. Tapi tanpa diduga-duga, sebenarnya mereka masih saja mengawasi kita dari jauh, iya dari Bangladesh ngawasinnya. Bahkan setiap perkembangan yang kita buat, mereka sudah tahu duluan. Mulai deh kode-kode bangke di sosial media biasanya. Misalnya kita punya gebetan baru dan coba saja lihat status si mantan jenis ini, biasanya sih bakal ada post yang kira-kira seperti ini, Hehe secepat itu ternyata ya (. Ya, mantan jenis ini merupakan penyempurnaan dari mantan jenis pertama tadi. Nyusahinnya dua kali lipat.
Populasi mantan jenis ini: Banyak.

3. Mantan with benefit
Mantan jenis ini biasanya tetap menjaga hubungan baik dengan kita setelah putus. Biasanya sih putusnya secara baik-baik dan masih ada rasa-rasa sayang yang tertinggal gitu. Karena itu juga, biasanya bersama sang mantan jenis ini masih sering pergi kemana-mana berdua, makan berdua, masak berdua, tinggal berdua, bobo berdua, lalu akhirnya menikah (lah). Tapi, mantan jenis ini biasanya juga menjadi penghalang akan pergerakan kita kedepannya. Mau jadian sama yang lain jadi nggak enak, mau udahan sama dia juga nggak enak. Akhirnya orang-orang yang terlibat didalam hubungan ini menjadi pasukan gabumon (gagal buat moveon).
Populasi mantan jenis ini: Langka (dilindungi pemerintah)

4. Mantan-nya temen
Mantan jenis ini yang paling berbahaya dan biasanya sih kita semua pernah menemukan. Kalian pasti pernah punya temen deket atau temen biasa aja deh yang jarang ngomong. Dan dulu mereka punya pacar yang kalian suka atau kagumi. Lalu setelah (akhirnya) mereka putus biasanya menjadi pilihan yang sangat rumit bagi kita. Ingin mendekati mantannya temen, tapi takut hubungan pertemanan menjadi rusak dan tongkrongan jadi nggak asik lagi. Tapi kalau nggak dideketin sudah terlanjur suka kan, apalagi dulu sewaktu ketemu nggak sengaja pernah flirting sama dia, ngobrol, makan bareng, pelukan, dan tinggal serumah. Kan jadi serba salah kaya Raisa. Saran saya sih, ya kalau memang serius suka dijadiin aja. Masalah sama temen urusan belakang lah. Kan namanya pertemanan, barangnya temen barangnya kita juga. Ehe
Populasi mantan jenis ini: Sebenarnya banyak (kasat mata)

Jadi seperti itulah tipe-tipe mantan yang perlu kalian ketahui. Kenapa perlu diketahui? Karena ini adalah ilmu hidup yang tidak diajarkan dibangku sekolahan. Jika kalian sudah punya rencana untuk putus dengan pasangan kalian sekarang  di kemudian hari, kalian sudah bisa memilih ingin menjadi tipe mantan seperti apa nantinya. Ingat juga bahwa mantan adalah barang antik yang semakin lama kita tinggal, biasanya semakin tinggi harga jualnya. Jadi pesan moralnya adalah sayangilah mantan-mantan kalian dengan sepenuh hati. Jika tidak menemukan seseorang yang lebih baik nantinya, jangan sungkan untuk  hubungi mantan. Oiya, jika kalian memiliki tipe mantan yang belum tertulis disini, silahkan tulis dikolom comment bawah ya, nanti akan kita bahas bersama. Terima kasih sudah membaca tulisan ini. Sampai ketemu ditulisan yang lain.

---oOo---
Ini adalah artikel dari Ilmu Bagoes, yg ditulis oleh Rifat Nasution, ilmu Bagoes adalah tempat dimana kamu bisa submit artikel di sana, jadi tunggu apa lagi, submit artikel kamu sekarang juga di http://ilmubagoes.com/ 
Gue juga udah punya link sendiri di sana http://ilmubagoes.com/dianhendrianto

Selasa, 05 April 2016

Kayak gini nih, tipe-tipe pekerja di indonesia

Pada kerja woy kerja....!!!
Selama beberapa tahun gue bekerja di dunia marketing, gue banyak menemukan beberapa karakter setiap pekerja. berikut diantaranya:

1. Pekerja santai dan tekun
Yg pertama ini tipe pekerja santai, dia lebih tenang dalam urusan pekerjaannya, enggak muluk-muluk pengen cepet selesai, lebih mengandalkan kerapihan tugasnya, beres dan santai tapi teliti pada setiap detail apa yg dikerjakan. Mungkin yg satu ini cocok ditempatkan untuk menjadi assisten boss atau juga penjaga WC.

2. Tipe big boss!
Biasanya orang yg sok ngatur itu atasan, tapi berlaku juga buat orang yg sok keren, pengen nya punya aturan sendiri. Lebih sering minta bantuan tapi gak tau terima kasih, dia lebih menyombongkan diri dan tidak peduli pada siapapun, kebanyakan yg seperti ini susah diaturnya, minta digampar. tipe ini mungkin cocok juga jadi tukang parkir saja.

3. Tipe males banget
Siapa juga yg pengen punya pekerja males buat jadi karyawannya, digaji cuma buat santai-santaian, gaji buta. kerjaan gak kelar malah gak karuan. Lebih mempentingan dirinya sendiri, kerja semaunya. Mungkin kalo disekolah sekolah, ini kayak kerja kelompok, kasih aja tugas ke yg paling pintar "gue mau maen PS dulu..!". Tipe seperti ini biasanya gak disukai banyak orang. Pekerjaan yg lebih cocok untuk orang pemalas adalah sebagai pengangguran, tapi jaga WC cocok juga sih.

4. Panikan
"Haduh.. Ini gimana..!!
Aah cepetan doong!! Buruan beresin.. Nanti bos marah.. Haduh..!!"
Yg seperti ini hasil kerjaan nya cukup menjanjikan, tapi biasanya hasil dari pekerjaannya gak sesuai rencana, pasti ada aja yg kurang, misalnya seorang pekerja bengkel, diburu-buru sama pelanggan, udah beres eh malah lupa ban motornya belum dipasang. Yg seperti ini gak cocok buat jadi tukang gali kubur.

5. Tipe katak dalam panci
Buat orang yg gak punya impian-impian besar, dia lebih suka bertahan disatu tempat, kalo udah dapet tempat kerja yg cukup pasti gak mau atau gak bisa pindah, mau enak gak enak ya jalani aja. Dan tipe seperti ini biasanya banyak ngeluh tapi gak bisa menghasilkan keputusan. Misalnya udah gak betah ditempat kerja tapi mau resign ragu-ragu, Takut gak bisa dapet kerjaan Baru. Ibaratkan hubungan, udah sering berantem tapi masih bertahan, #jleb. Gagal move-on, Cocok dijadikan gebetan. Eh.

6. Bosenan, pengen yg lebih
Buat yg satu ini, keterbalikannya sama nomor 5, tipe seperti ini biasanya berpindah-pindah tempat kerja, saat dirasa kerjaannya yg sekarang gak cukup, dia pindah, gampang bosenan, atau ketika gajinya gak cukup dia lebih memilih resign Dan cari kerjaan Baru. Please, tipe seperti ini jangan dijadikan pacar, kerja aja gampang bosenan, apalagi jadi pacar? Hmm..

7. Tipe baperan
"Ssst.. Aku gak bisa diginiin..!!!"
Yg suka baperan biasanya sering ngeluh ditempat kerja, dibecandain dikit langsung ngambek, atau kalo lagi ada masalah terus dimarahin malah guling-guling nangis gak jelas, mintanya dimaklumin mulu, pengen menang sendiri. Tipe seperti ini cocok kerja jadi artis sinetron, tapi gak cocok jadi gebetan.
--oOo--
Jadi, kalo kalian pengen kerja, pengen nya kerja apaan? Menurut gue, setiap orang emang gak sempurna, selalu ada aja kekurangannya. Tapi kalo kekurangan itu bisa diperbaiki, bukan tidak mungkin nasib kita bakalan baik juga. Kayak ditempat kerja, kalo kerja kalian maksimal, ya mungkin aja kalian dapet bonus liburan ke Papua, tapi kalo kerjanya kacau, ya paling-paling dipecat doang. Dan buat yg belum kerja, mungkin ini bisa jadi panutan buat kedepannya, kalo mau kerja jangan kayak tipe-tipe orang diatas, kecuali nomor satu.

OK segitu aja buat tipe-tipe pekerja versi gue, ini dari apa yg udah gue survey, baik benarnya kembali kepada masing-masing pembaca.
Yaelah ribet banget. Jadi gimana menurut lo? Ada tambahan? Silahkan!

Copyright © Dian Hendrianto

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com | Edit By DND