Personal Blog

Rabu, 07 Oktober 2015

Kemandirian Hati Yang Berlanjut, Terlepas!

"Rasa Cinta, Biarkan Tumbuh Setelah Hujan Reda"
Ketidakpastian Hati

Sementara waktu yg berjalan terus, saat jam-jam dinding bergantung pada berjalannya detik, disitu ada satu keadaan yg tidak berubah, kemandirian hati yg berlanjut...
Sosok hati yg masih kosong, bukan tidak bisa di isi, melainkan ketidakmauan mencari celah pengisi..

Masih pada bait yang sama, perasaan rindu akan cinta yg mendampingi, bukan merindukan masalalu, tapi mencari sosok baru tidak semudah melempar batu ke danau lalu tenggelam dan menetap didalamnya...

Ketidakpastian hati, kemandirian hati yg terus berlanjut dan rasa takut akan lagi menyakiti yg dicintai masih membayangi..

Terlalu lama sendiri sudah melekat dihati, menjadi kebiasaan, menjadi ketenangan, menjadikan kesendirian sebagai pelengkap kekosongan setiap waktu yg dijalani..
Lalu bagaimana kisah kedepan yg akan terjadi?

Ibarat kopi baru diseduh, hatipun begitu, tidak bisa langsung diminum, tidak bisa langsung dipaksa, hanya kemauan mencari jalan keluarnya.. Haruskah menunggu walau tak pasti?

Sebab adanya kasih sayang ialah saat engkau mencoba hal baru, dan beranjak dari tempat duduk manis yg membuatmu nyaman, keluar kamar lalu buka jendela, merasakan gerimis yg menampar dedauan..

Seperti cinta yg pabila dicari akan tumbuh diam-diam diantara hujan, berlarian, kedinginan, lalu mencari kehangatan..

Akan datang esok hari yg membangunkanmu dari kesendirian, saat engkau sudah siap melangkah ke arah hujan yg reda dan membuat pelangi semakin berwarna, lalu terbanglah mencari sosok yg akan membawamu pulang, kembali...

Copyright © Dian Hendrianto

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com | Edit By DND