A Personal Blog By @dianhendrianto

Senin, 23 Oktober 2017

Museum


Kau tahu perihal berjanji? Aku tidak ingin mengecewakan lagi, sebelumnya aku pernah beberapa kali berjanji untuk datang tepat waktu, dan aku malah selalu telat setengah jam, bahkan lebih (biasanya ketika berjanji dengan seorang teman). Saat itu hari jum'at dibulan Oktober, aku berangkat jam sembilan pagi dari rumah menuju stasiun kereta di Bekasi, aku mengejar waktu untuk shalat jum'at di masjid dekat stasiun tujuan terakhir, Kota Tua, Jakarta.

Sesampainya di sana, beruntung karena tidak terlambat, ya meski sedikit kesal karena kereta cukup lama berhenti di Stasiun Manggarai. Aku bergegas menuju pintu  keluar, aku menuju tempat wudhu.. Sebentar! apakah jika menuliskan hal seperti ini akan mengurangi pahalaku? Ah biarlah.

Setelah selesai shalat jum'at, aku mengabari seseorang yg akan menjadi Tour guide-ku nanti, bahwa aku akan menunggu di dekat pintu keluar stasiun. Untung saja saat itu aku membawa satu buku yg dibeli beberapa bulan lalu, buku dari Pidi Baiq; Drunken Mama. Sambil menunggu, aku bersandar di salah satu tiang yg ada di sana, dengan memakai sweater dan masker (Seperti orang-orang korea yg pernah kulihat di Youtube), aku membacanya sambil sesekali tertawa, mungkin jika tidak memakai masker aku sudah dianggap sebagai orang gila oleh orang-orang yg berlalu-lalang di sana, orang-orang yg sok sibuk dengan kehidupannya. Ah, mungkin ini alasan aku menunda membaca buku setelah membelinya pada waktu itu.

Kalau tidak salah, aku menunggunya sekitar setengah jam, tidak menjengkelkan bagiku menunggu selama itu, aku pikir lagi karena pernah beberapa kali membuat orang lain menunggu karenaku, haha, aku brengsek sekali, bukan?

Entah karena sangat menikmati bagian pertama di buku Drunken Mama tersebut atau karena apapun itu, rasanya aku tidak pernah bosan bersandar di tiang tersebut, sampai beberapa saat kemudian, dari arah belakang ada seseorang menyapaku,

"Hai! Baca buku apa?" Tanya seseorang yg sejak tadi aku tunggu.

Aku hanya tersenyum lalu memasukan buku itu ke dalam tas selempang milikku, biar saja tidak ku jawab, biar dia penasaran.

Dia datang bersama dua orang temannya, karena aku sudah biasa membiasakan diri ketika bertemu orang baru, maka temannya aku anggap sebagai temanku juga. Kami melanjutkan memasuki kota tua. Sebelumnya aku mau mengkonfirmasi dulu, bahwa aku sudah beberapa kali bermain ke Kota Tua di Jakarta ini, tapi bodohnya sama sekali belum pernah masuk ke salah satu museum di sana, ha ha. Aku juga bingung kenapa belum pernah masuk sama sekali. Dulu, saat beberapa kali itu, aku pernah bersama beberapa teman yg salah satunya sudah mem-block akun sosial mediaku karena alasan yg sekarang baru kutahu karena wanita yg ia sukai malah menyukaiku (padahal jadian saja tidak). Pergi ke sana pada siang hari, dan yg saat itu kami lakukan hanyalah duduk-duduk di lantai luar, berkeliling, mencari-cari kesenangan yg malah bikin capek, entahlah apa yg sebenarnya dilakukan, kami hanya duduk lalu kemudian berbincang tidak jelas dan memberi beberapa koin receh kepada para pengamen yg memaksa kami untuk mendengarkan mereka bernyanyi dengan lirik yg sedikit menjengkelkan, "(bernyanyi) Seribu saja~ tidak akan membuat miskin~ jangan sombong, Tuan~"

***
Setelah memasuki  area kota tua, kami menyempatkan untuk mencari makan terlebih dahulu, tapi, saat pertama kali bertemu sampai saat makan, kupikir ada yg aneh dengan salah satu orang yg pergi bersama kami, dari pertama bertemu di pintu keluar stasiun, temannya temanku ini diam saja, bahkan saat aku sapa "Hai!" saja malah seperti menghindar, pura-pura melihat HP, padahal aku yakin tidak ada satupun notif yg masuk saat itu. Aku mencoba bertanya, "Itu temen kamu kenapa?", dan dia pun membalas pertanyaanku, "Aku juga gak kenal dia! Dia itu temen dari temennya temenku!", "ha ha"

Aku bingung. Kemudian orang yg kami bicarakan tersebut pamit pergi. Entahlah ke mana.

Setelah kejadian absurd tersebut, kami melanjutkan pergi untuk masuk ke salah satu museum di sana,  Museum Fatahillah,  dan itu pertama kali bagiku. di sana aku merasakan kembali cerita-cerita yg pernah aku dengar dan baca ketika masih sekolah, cerita-cerita tentang sejarah kerajaan di Indonesia, dia menjelaskan setiap benda-benda yg dimuseumkan  di sana, dan disambung dengan perkataan, "Aku ngomong ada yg dengerin gak sih?"

Setelah cukup lama mondar-mandir melihat benda-benda bersejarah itu, kami berjalan ke arah dalam lagi, sampai pada permintaan yg sudah biasa aku dengar dari setiap orang itupun muncul kembali menghampiriku, "Fotoin dong, ehe ehe." Sampai beberapa perkataan-perkataan yg lainnya muncul, "Yg ini gendutan, ganti!"

Aku melanjutkan ke area dalam lagi, melihat ke Penjara Bawah Tanah, kalau kalian pernah ke sana, mungkin yg pernah memasuki tempat yg dulu dijadikan sebagai penjara tersebut,  akan merasa sangat sesak. Bayangkan  saja, dalam sebuah  ruangan kecil, kalian ditumpuk dengan beberapa orang, dengan kaki di ikat bola besi, tanpa lampu, tanpa wifi dan tanpa colokan listrik. Matilah kau!


Akupun mencoba memasuki ke dalam ruangan tersebut, saat aku berdiri di dalam, kepalaku sudah mentok tembok. Kalau tidak salah, katanya Cut Nyak Dien pernah dipenjara di sana, aku tidak kenal beliau, belum pernah bertemu, hanya tahu saja sedikit tentang sejarahnya sewaktu sekolah dan juga sering melihat lukisannya di bilik rumah nenekku di kampung halaman, lukisan tahun '90-an. Ah! mungkin sekarang beliau sudah beristirahat dengan nyaman di tempat peristirahatannya.

Selain Museum Fatahillah, aku juga mengunjungi museum lain, Museum Wayang. Sebenarnya bukan wayang saja yg ada di museum itu, ada boneka-boneka juga, dari beberapa daerah bahkan bonek dari Negara lain: Rusia, Thailand, India dan masih banyak lagi.

Boneka  tampan (Aku sendiri yg menamainya)

Di museum wayang itu, juga banyak anak-anak sekolah SMA yg mungkin sedang mengerjakan tugas sejarah, karena yg kulihat ada dua orang berseragam sekolah sedang duduk berdua di pojokan, mesra sekali. 'Tugas sekolah jaman now'.

Saking menikmati suasana nyaman di museum wayang itu, di lantai atas, sesekali aku tiduran, duduk-duduk sambil memakan roti yg dibawa oleh temanku, yg dimana kulihat kalau roti tersebut seperti diolesi sabun colek. Kalau diberi, ya dimakan saja.

Beberapa saat kemudian, kami dihampiri petugas, "Mohon maaf, jangan tiduran di sini yah, apalagi sambil makan-makan." Ternyata, tanpa sadar, aku sudah tiduran sambil makan di bawah cctv yg menghadap ke arah yg kujadikan sebagai tempat tidur tadi. Aku terciduk, kau tahu, itu memalukan.

**
Sebenarnya aku sudah sejak lama ingin main ke museum-museum di Kota Tua, tapi entah kenapa pada saat-saat itu tidak jadi terus. Tapi, beruntung saja, ada yg mengerti dan mau meladeni ajakanku sekaligus jadi tour guide. Jadi, Terima kasih banyak dan, jangan bosan. Wuahaha.

4.15 pm
Setelah puas di museum-museum Kota Tua, mereka melanjutkan ke tempat lain, ke tempat yg jaraknya tidak terlalu jauh dari kota tua.

*Bonus:
Pose cowok ketika belum siap untuk difoto

*Pesan moral dari tulisan ini; bikin  saja sendiri, aku malas mikir.

51 komentar:

  1. Lama nggak main ke museum. :D Pengen main ke musium angkut.

    BalasHapus
  2. Zaman dulu nggak ada wifi nggak masalah. :'D Kalau sekarang gak ada wifi, colokan listrik, ditumpuk di satu ruang, haduuh, kebayang nyeseknya. :'D

    BalasHapus
  3. ((Terciduk))

    itu museum apa rumah nenek ? tiduran sambil makan gitu :D

    BalasHapus
  4. Drunken Mama yang ada cerita di deket TK duit jadi daun atau sebaliknya gitu bukan, sih? Lupa gue. Yang gue inget Drunken Molen atau Monster, kisah Pidi sama keluarganya kocak-kocak.

    Gue tau nih pergi sama siapa. Wqwq.

    BalasHapus
  5. Dulu aku ke Kota Tua juga cuma foto-foto di depan itu doang. Ngga masuk-masuk ke museumnya. Padahal banyak banget ya aslinya? Ada Fatahilah, BI, Keramik, dll.
    Kapan-kapan lah, kalau ke Jakarta lagi nyoba masuk museumnya :D

    BalasHapus
  6. gue seumur-umur baru pas liburan kemarin ngelewatin kota tua. sama nyobain stasiunnya. foto''disana seumur-umur belom pernah juga.
    bedanya pengamen di jakarta, lebih banyak yg nyolot gitu ya. mukanya lebih galak lagi. mantap

    yah, semoga bisa jalan'' ke museum itu. oh, gue kirain foto yang terakhir itu, foto boneka menyeramka yang diambil dari jarak jauh. eh elu ya, ian. ehe

    BalasHapus
  7. Ga tahu deh udah berapa kali aku ke KOTU,
    ga terhitung seringnya.
    tapi tetap saja cuacanya panas huhu.
    moga di masa depan nanti ada teknologi yang bisa mendinginkan langit Ibukota supaya aku bisa lebih sering main kesana :)

    BalasHapus
  8. ngakak waktu baca "Tugas jaman now" wkwkwk.
    Terus, si temannya teman tadi kemana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya dia pulang ke rumah, nungguin temennya temen, eh malah gak dateng. *bingung kan.

      Hapus
  9. Dulu beberapa kali maen ke kota tua dan eksplore kedalam museum. selalu takjub dengan barang-barang koleksi yang ada didalamnya termasuk pedang dan pakaian yang digunakan oleh tentara zaman dahulu. Tapi kalo malem serem kali yeeeeee

    BalasHapus
  10. Saya sudah dua kali ke Kota Tua mas.. dan sayangnya malah belum pernah masuk ke museum fatahillah.. dulu cuma masuk ke museum wayang dan juga museum seni lukis itu,, jadi penasaran pengen lihat kondisi penjara lawas disana

    BalasHapus
  11. njir kaget gua pas patung tampan itu. Nyeremin banget klo diliat liat tuh kalo malem hehe. Udah lama ga kemuseum nih jadi kangen masa masa sekolah dengan tugas jaman now yg harus pergi ke museum

    BalasHapus
  12. yang bilang itu boneka tampan siapa mas? kok aku malah ngeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu aku bilang sendiri, biar keren aja. *eh, gimana?

      Hapus
  13. Sekarang museum di sekitar kompleks kota tua sudah agak rapi dibandingkan dulu :) Jadi, makin nyaman deh buat main ke museum.. Btw, di museum Wayang pas menuju pintu keluar ada jual gantungan kunci wayang. Aku pun belanja biar ada kenangannya :)

    BalasHapus
  14. tampilan pria di akhir tulisan itu wujud lain dari boneka atau patung tampan di gambar sebelumnya yaa..hehehe..

    salam kenal
    duniaindra.com
    Lampung.

    BalasHapus
  15. oh ini perempuan kawan ke museum, pergi ke tempat bersejarah dengan seseorang kawan mengukir sejarah. hhmm

    BalasHapus
  16. Terciduk tiduran di museum, hahaha

    Aku kalau ke museum gak pernah kepikiran makan2. Maklum, masuknya di Museum Kartini yg muter2 gak makan waktu lama

    Blm pernah ke museum fatahillah juga. Ke Jakarta aja belum

    BalasHapus
  17. wkwkwkkw... aku belum pernah ke kota tua apalagi museum fatahillah. padahal udah beberapa kali ke jakarta

    BalasHapus
  18. Itu kok bisa temennya temennya temen bang dian ternyata gak kenal satu sama lain??! Trs ngapa dibawa2 dahh? :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya ini harus di jelasin nih, jadi temennya temen itu bawa temen, terus dia pergi gitu aja, ninggalin temennya yg bahkan gak kenal. *gimana ya ini malah bikin pusing, wuahaha

      Hapus
  19. Museum di jakarta jauh banget maintenancenya dibanding singapore ya. Aku ngiri sama Singapore kalo masalah museum

    BalasHapus
  20. Gue nunggu nunggu foto lu, atau setidaknya ada foto berdua (betiga) sama org yg diceritain. Tapi munculnya boneka tampan. Atau itu emang poto selfie?

    Btw, gue suka cara nulis pengalaman dengan gaya bercerita kaya gini. Cuma, yang sedikit heran pas lu bahas colokan sama wifi di penjara.

    Ngapain? Kan gak ada TV, maen PS4 juga ga bisa.

    Eh, kalau mau ke museum-museum ggede yg di Bandung. Kabar kabari aja, gue (dulu) sering ke tempat begitu :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. foto2 kayak gitu yg memancing gosip netizen, sih.

      udah lama gak ke Bandung euy. pengen lagi.. pasti udah agak beda suasananya. okelah dicatat ini, kalo ke sana kabar2.

      Hapus
  21. Jadi satu pertanyaan, kenapa temennya temen lo itu pergi? Siapakah dia?

    Ngomongin museum Kota Tua, udah cukup sering gue kesana. Walaupun udah pernah kesana gue belum pernah ngeliat penjara bawah tanah kayak gimana soalnya pas gue kesana penjara bawah tanah kayak ada air gitu. Gak tau air apa. :)

    SALAM UPIL GAUL! :D

    BalasHapus
  22. Aku sukaaa..
    Tulisannya sangat menghibur sekali.
    Karena aku bw sambil bacanya keras-keras, anak pertamaku ketawa-ketiwi.


    Bener iiih..penasaran sama "Siapakah si temennya temen yang ternyata adalah temennya lagi?"

    Ku berharap, itu adalah salah satu tokoh pahlawan yang lukisannya kamu lihat di museum.
    Hikkiikkikkiik...

    BalasHapus
  23. Ke kota tua gw baru beberapa kali. Tapi ya gaperna masuk ke museumnya sih. Baru tau juga didalemnya ada boneka tampan. Kudu di coba sekalikali nih

    BalasHapus
  24. Aaaaah Kota Tua, klasik banget, belum pernah aku ke sini. Wifi sama colokan mah kalo jaman dulu ga kepikiran banget orang nafas aja susah ngahaha

    BalasHapus
  25. wah berkali-kali ke kota tudan baru sekali ke museum sama suami. Museumnya di museum Bank Indonesia, belum pernah ke museum wayang, kayaknya perlu nich kesini asyekk

    BalasHapus
  26. Seru ya jalan2 ke museum..

    BalasHapus
  27. Guide nya dibayar enggak Btw? Wkwkw


    Akupun mencoba memasuki ke dalam ruangan tersebut, saat aku berdiri di dalam, sudah mentok tembok di kepalaku. 


    Aku baca kalimat itu agak aneh.

    Mungkin gini:


    Akupun mencoba masuk ke dalam ruangan tersebut. Saat aku berdiri di dalam, kepalaku sudah mentok tembok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh enggak dibayar dong. gratis. wqwq juga.

      haha.

      thanks udah mau revisi, diganti deh.

      Hapus
  28. terfokus ke boneka tampan, aku justru seram melihatnya -_-


    ngomong-ngomong tentang museum, kayaknya udah setaunan lebih nggak ke museum. padahal dekat rumah ada museum baru.

    BalasHapus
  29. aku terakhir ke kota tua itu tahun 2015 kalo gak salah, dan waktu itu museumnya masih renovasi jadi gak bisa masuk ke dalem.. jadi kepikiran mau ke sana lagi deh

    BalasHapus
  30. Jalan ke museum bukan sekedar jalan2, kita jadi tahu sejarah ada sisi edukatif nya apalagi bawa keluarga dan anak..

    Tapi kadang suka horor sendiri.. kalo liat ada patung2 seram ..boneka tampan aja model gitu gimana yg jelek hehe

    BalasHapus
  31. Saya baru sekali ke kota tua
    Masuk museum Fatahillah dan wayang
    Sy ga tahu deh ala pemerintah sengaja membiarkan supaya bangunannya ttp spt itu
    Setidaknya jika fisik bangunan spt itu..Tp penataan bagian dalamnya supaya lbh memanjakan mata

    BalasHapus
  32. Satu hal yang kepikiran kalo berkunjung ke kota tua, yaitu pengen bikin kota diamond seperti dulu wkwkwk keren sekali.

    Tapi sayang, sungainya sangat wangi dan banyak pedagang yang tidak tertib apalagi pengunjung bandel dengan dalih "tugas sekolah zaman now"

    BalasHapus
  33. Aku malah lebih tertarik sama drama-drama kehidupan yang kamu sisipkan di dalam cerita, haha. Sabar ya, persahabatan pria memang sering kali retak cuma karena masalah wanita :(

    Itu aneh banget temennya temen kamu. Kayaknya dia juga nggak pengen ikutan sebetulnya, nggak nyaman sama orang baru.

    BalasHapus
  34. Ahaha. Kalau baca tulisan ini saya jadi malu sendiri. Saya pun sudah beberapa kali ke kota tua tapi belum pernah masuk ke museumnya

    BalasHapus
  35. tolong dijelaskan lebih jauh. "tugas sekolah jaman now" itu yang seperti apa? siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi saya.

    btw, sepertinya pesona Kang Dian memang tak terelakkan.

    BalasHapus
  36. Kok gue aneh ya dian ngomong aku :(( kota tua bagus kalau malem

    BalasHapus
  37. ((TUGAS SEKOLAH JAMAN NOW))

    Kok kesel ya bacanya....

    Hem.... awal bacanya aku masih ragu itu cewek apa cowok. Tapi langsung yakin 110% pas ada dialog "Yang ini gendutan, ganti!" Ciyeeeeeee. Ukhuk.

    HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Terus apaan coba itu terciduk lagi makan roti selai sabun colek sambil tidur-tiduran. Bikin malu aja nih, Dian. Ah tapi nggak papa sih. Aku suka teman yang nggak jaiman gitu. Soalnya aku bakal gitu juga kayaknya kalau jadi kamu xD

    BalasHapus
  38. ah jadi inget ke kota tua terakhir sama anak2 kecil adek2 rumah bacaku, ke Fatahillah sama wayang juga. Btw, penjara bwh tanahnya emang gmnnn gitu, dan di museum wayang jg ada nuansa mistis pas liatin wayang boneka lama2, hehe

    BalasHapus
  39. eh anying, emang penjara sekarang uda ada colokan dan wifinya yak?
    boneka tampan? Itukah strandart ketampanmu?
    Drunken MAma pidi baiq? Ah aku mauuuu.. aku cuma baca dilannya aja, biasalah baper sama Iqbal ex-CJr..
    setengah jam nunggu, sumpah untung kamu bukan aku, kalo aku mamenit nunggu aja uda ngomelan sumpa

    BalasHapus
  40. Hmm oh jadi begicu ya. Pergi ke museum yang menyimpan sejarah dengan 'teman' yang nantinya akan mengukir sejarah indah bersama. Hmm.

    Ngeselin ih. Penjara ga ada wifi dan colokan. Yawlaa mau mara.

    BalasHapus

- No live Link
Gue lebih menghargai kalian yg baca meski gak komentar, daripada komentar tapi gak baca. haha becanda, yaudah sok atuh komentarnya.
salam @dianhendrianto

Kategori populer

Instagram

Copyright © dianhendrianto.com

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com