A Personal Blog By @dianhendrianto

Minggu, 02 April 2017

Jogja - Berjalan Lebih Jauh

#PART1

Gue menekan tombol power, membuka pola kunci di layar hp lalu menekan icon berbentuk kotak musik; play, pasang earphone di telinga dan lagu "rindu" dari Banda Neira terdengar jelas membuat tenang perjalanan di kereta Gajahwong dari Stasiun Pasar Senen menuju Jogja.

Berangkat sekitar jam 06.45 WIB, pagi hari. Duduk di bangku nomor 21-C kereta ekonomi,  membuat gue tidak nyaman saat harus berhadap-hadapan dengan orang lain, dan lebih memilih terus mendengarkan earphone di telinga, sambil memejamkan mata, tanpa tertidur. Jujur, saat itu gue hanya ingin sendirian, tanpa gangguan, tanpa perbincangan dan apapun itu yg membuat gue harus membuka sebuah kalimat basa-basi untuk saling bertukar cerita bersama  penumpang lain.

Tiga menit berlangsung, lagu 'Rindu' sudah hampir habis, kereta mulai melaju pelan, menyusuri rel-rel sepanjang pulau jawa, meninggalkan Stasiun Pasar Senen. Seketika gue membuka mata sekedar untuk melihat keluar jendela, melihat orang-orang yg tergesa-gesa, ada membawa tas besar, membawa kardus mie yg entah isi di dalamnya apa. Atau juga sekelompok orang-orang yg hendak liburan.

Setelah melihat orang belarian di luar dari dalam gerbong 2 kereta gajahwong, gue sedikit mengucap pelan sambil tersenyum, "Selamat tinggal Jakarta :)" Ah, lebay sekali pokoknya, mirip kayak orang lagi patah hati.

"Buat kamu yg lagi patah hati, jangan lama-lama patah hati. Boleh aja sih patah hati, asal jangan patah semangat sama patah tulang aja. Gitu."

Gue menutup tirai, cahaya sinar matahari sedikit menyilaukan saat itu, tidak lama kemudian, seorang kakek tua membuka perbincangan,

"Mau ke mana, mas?"

"Ke bulan, pa." jawab gue dengan asal yg kemudian dilanjutkan, "ke jogja lah pak, hehe.."

"yah! mas, padahal saya mau ke bulan, tadinya kirain mau ke sana juga, haha" Sambung kakek tua tersebut, yg tidak saya kira beliau adalah orang yg sangat humoris. Gue tertawa mendengarnya, bukan karena terdengar lucu, tapi karena ketika beliau berbicara, giginya terlihat ompong. Tawa gue hampir mirip ketika pertama kali melihat gambar Harimau Cisewu.

Sangat tidak biasa memang untuk perbincangan pertama kali dengan orang baru seperti itu. Tapi kali ini, gue kira berhadapan langsung dengan orang yg tepat. Menyenangkan.

Kami sedikit lebih lama berbicara hal-hal yg bisa membuang kebosanan selama perjalanan. Bahkan, kakek tua tersebut malah lebih banyak bercerita dibandingkan dengan gue yg malah lebih banyak mendengarkan.

Usia beliau ini sudah cukup tua, gue juga heran dia masih  kuat-kuat aja menempuh perjalanan jauh, beliau malah sering bolak-balik Jakarta-Jogja, katanya. Tapi, setelah banyak mendengar cerita beliau, gue jadi tau alasan  dibalik tubuhnya yg masih sehat-sehat saja. Beliau ini dulunya sering olahraga, sampai sekarang juga masih. Beliau ini guru olahraga, bahkan  katanya, "Saya, dalam seminggu sekali harus jalan minimal 5 kilo, jalan  kaki itu mas, gak naik gojek, anak-anak jaman sekarang kan katanya suka naik kayak gitu".

Ada satu kalimat yg gue inget ketika  ia bercerita, beliau sempat berkata seperti ini;

Jangan sampe kena zona nyaman, nyaman yg pas sendirian - Kakek tua, 30 Maret 2017. Menuju jogja.

Hahaha~

Karena terlalu asyik bercerita, waktu yg kami lalui ternyata sudah hampir satu jam lebih. Kakek tua yg bahkan kamipun tidak mengetahui nama masing-masing tersebut terlihat mengantuk, yg kemudian ia mengucapkan beberapa kalimat pamit tidur. Gue tersenyum. Melihat gigi ompongnya, lagi. Terkadang ada saat beliau bercerita tentang masalah politik di negeri ini, kepala gue malah jadi berat, pusing.

Gue kira, perjalanan yg kurang-lebih sekitar 8 jam ini akan sangat membosankan, tapi ternyata tidak juga.

Kursi  penumpang kereta ekonomi itu saling berhadap-hadapan, masing-masing bisa diisi oleh dua orang. Sebelah kakek tadi adalah anak muda juga yg lebih memlilih tidur dari awal perjalanan, dan sebelah gue seorang  perempuan seumuran gue yg terlihat lelah dari kantung matanya, ia tidak membuka perbincangan dari mulutnya, hanya tersenyum ketika kami saling bertatapan. Tidak lama kemudian, ia tertidur juga.

Setelah ia tertidur, sesekali gue melihatnya, ia terlelap. Yg tidak lama gue membuat puisi di buku yg sedang gue pegang;

Dari balik kaca kereta
Banda Neira
Sawah dan padi yg kuning
juga sedang tidak hujan,

Perempuan yg tidak kukenal,
Namanya ataupun berasal dari mana.

Ia sedang tidur
Gak ngorok, tapi mangap
Kemungkinan ia sedang bermimpi,

Hey! jangan terlalu lama tertidur
Hati-hati, mimpipun bisa menjadi buruk.

Ah, padi yg kuning,
Ah, iler di samping,
Ah, ia terbangun,
Kemudian Hening.

Setelah orang-orang di sekitar gue tertidur, ingin sekali rasanya seperti mereka, mereka bisa tidur dengan cepat. Gue gak bisa seperti itu, mencoba pejamkan mata, memutar kembali lagu-lagu dari Banda Neira, tapi yg ada malah memikirkan seseorang yg harusnya gue lupakan, yg seharunya gue relakan.

Ah, jangan merem, jangan tidur, ian! Mimpi buruk.

***

Sekitar jam 12 siang, tengah hari, rasa bosan karna terlalu lama duduk semakin menjadi-jadi, pantat terasa menjadi terbelah menjadi dua bagian.

Gue mencoba berdiri, kebetulan tidak jauh dari tempat duduk, ada wc untuk sekedar buang air kecil, gue ke sana, cuci muka (tadinya mau cuci gudang), ngaca, dan terlihat seperti orang kelelahan. Ternyata mata panda orang di sebelah gue tadi bisa nular juga.

Setelah keluar dari kamar kecil tersebut, gue gak langsung kembali ke tempat duduk, beralih ke gerbong sebelah, yg ternyata di sana bisa dibilang warung, kantin, atau warteg, yg menjual seadanya; Nasi goreng dan pecel ayam. Gak tanggung-tanggung, satu porsinya Rp 30.000-, tanpa berpikir panjang karena kelaparan, gue membelinya.

Gue pikir, pemandangan indah diluar jendela cuma bisa dinikmatin dari tempat asal gue duduk tadi, tapi ternyata, dari tempat gue makan ini bisa lebih jelas, lebih indah dan lebih nikmat. Karna sambil makan. Juga minum. Juga mikirin seseorang. Ah, sialan kau! Ada di mana-mana.
atau cek video di instagram: https://www.instagram.com/p/BSXSGEZBuVj/

Kebanyakan orang-orang lebih memilih tidur daripada melihat pemandangan luar dari dalam kereta, atau bahkan lebih banyak yg berangkat malam hari jika menuju tempat yg jauh. Bagi gue, perjalanan pagi atau siang hari lebih menyenangkan. Bukan karena apa-apa, gue cuma kadang tidak bisa tidur saat  perjalanan, kemanapun itu. Juga  karena jika tertidur, takut tidurnya kelamaan, takut bermimpi, tidur lama takut mimpi yg enggak-enggak, terkadang juga jika tidur kelamaan terus bermimpi, mimpi indahpun bisa menjadi buruk. Kacau. Apalagi belum bisa menguasai Lucid  Dream. Makin kacau. Haha.

***

Sekitar jam 3 sore, Kereta Gajahwong mulai melaju pelan menuju stasiun terakhir perjalanan gue, Jogja.

And hi! Jogja, I'm here...


Bersambung...  PART 2

28 komentar:

  1. Whaaaa.... ke jogjes, Jogja maksudnya. Kangen euy udah lama g kesana..

    Bayangin kakek cerita lucu, ngomongnya, ekspresi mukanya itu ditambah gigi yang mulai ompong..

    Aku lebih suka di perjalanan siang, pemandangannya lebih jelas 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gigi ompong kayak siapa gitu yah..

      Kalo perjalanan pagi atau siang, pokoknya keren deh... 😂

      Hapus
  2. JOGJA! Tempat paling asyik dan penuh kenangan. :)))
    Jadi pengen kesana lagi. Kapan ya?

    BalasHapus
  3. Trus kenapa g jadi k bulan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di bulan gak ada yg jual gudeg.

      Hapus
  4. itu petuah kakeknya menohok sekali bang :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang, gue aja sampe bengong dengernya, sampe bilang dalam hati, "kok bisa yah?" 😅

      Hapus
  5. Bang, gue butuh penjelasan dengan petuah Kakek itu yang bilang, "Jangan sampe kena zona nyaman, nyaman yg pas sendirian".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca deh kisah selanjutnya.. uhuk.

      Hapus
  6. wah sama, aku juga dari Jogja, 8 jam di kereta ekonomi pula (sapa yang nanya??? xixxi)
    emang sih kadang gimana kalo ada bapak2 cerita, mau gak didengerin sungkan, mau didengerin ya kadang bosen, tapi ya meskti ada petuahnya yang asyik gitu
    yang pasti, jogja selalu asyik dikunjungi

    salam kenal mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi, 8 jam.. pokoknya pantat pegel-pegel deh.

      Iya, kadang pengen cuekin aja, tapi gak enak karena orang tua. Tapi kalo dengerin cerita orang tua kadang asyik juga sih.. :)

      Hapus
  7. Nyaman sendirian bahaya katanya, sih. Apa-apa keseringan sendirian, terus ngerasa gak butuh pasangan. Serem. Kayak temen gue yang udah umur 28, tapi belum nikah-nikah nih padahal finansial udah oke. :|

    ITU PUISI NGACO ABIS WOY!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serem, mungkin karna orangnya pilih2 pasangan kali ya, yog.

      Ngaco? Haha. Biarin.

      Hapus
  8. Kenapa kayak di cerita-cerita zaman dulu ya? Ketemu kakek-kakek, terus ngasih ajian-ajian. Udah dikasih jimat sakti belum? Atau cuma dikasih quotes aja nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tadinya mau dikasih keris empu gondrong, tapi gak jadi, soalnya gue gak Gondrong. :')

      Hapus
  9. gue malah bayangin ternyata kakek2 itu adalah lo dari masa depan? time traveler gitu. Keren sekaligus serem nih imajinasi gue haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahha. Bisa ae Lo capung ijo.

      Bayangin kalo itu gue, maksudnya nyuruh memperbaiki diri gitu ya? Hmm..

      Hapus
    2. Kebanyakan baca Doraemon si Yogaesce. :D

      Hapus
  10. Dian jagok yahh bikin puisi.


    Ian galaunya ko makin mendalam sih gue baca ini. Orang galau kalau nulia mahh mantep yaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih loh..

      Tapi kalo bisa diem2 aja, jgn bilang2. :D

      Hapus
  11. Ini yang nulis Dian apa Dilan? Kok berpuisi segala? Mana puisinya kocag alig.

    Btw, semua orang yang tidur di kereta rerata mangap ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggak ah. Itu mah lapar aja pengen disuapin. Makanya mangap.

      Hapus
  12. Waaa perjalanan ke Jogja, asyik ya? Apalagi ketemu orang orang barunyang berbeda beda.

    Daaann, ditemani Rindunya Banda Neira. Aku suka itu.

    BalasHapus
  13. Zona nyaman judul lagunya fourtwnty yang baru, dengerin cobaaa~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fouttwnty emang keren sih.. diantara musik2 folk, mereka menjadi salah satu favorit gue juga.Haha

      Hapus

- No live Link
Gue lebih menghargai kalian yg baca meski gak komentar, daripada komentar tapi gak baca. haha becanda, yaudah sok atuh komentarnya.
salam @dianhendrianto

Kategori populer

Instagram

Copyright © dianhendrianto.com

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com