Make a Story

Senin, 25 April 2016

2 Perempuan Yang Berbeda

Sekitar jam 3 sore disebuah kafe....

Sedikit lebih lama dari biasanya, menunggu adalah hal yg paling membosankan bagi siapa saja, tapi entah racun apa yg gue tenggak kali ini, tidak ada kata bosan sama sekali. menunggunya, dan sampai ia tiba.

....

"apakah aku ini sebegitu menarik dimata perempuan dari pada dimata lelaki, bang?" mira yg sedikit murung dengan perkataannya.
"memangnya kenapa mira? Menurutku tidak juga. Emang siapa perempuan-perempuan itu?" gue menjawab, seolah-olah memang penasaran.
"ayo tebak siapa orangnya, bang? Hihi.." Mira melanjutkan pertanyannya.
"mmhh. Nanti aku selidiki dulu yah, hehe. ini ada dua orang dan dua kemungkinan, Wanita pertama aku mengenalnya dan yg kedua aku tidak mengenalnya sama sekali, benar?"  jawab gue dengan mimik muka yg sok tau dan sedikit belagu.

percakapan itu sudah terlalu jauh, seperti biasa candaan gue kepada seseorang bakalan masuk kedunianya secara perlahan, mengetahui apa yg seharusnya tidak diketahui, Mendengar apa yg seharusnya tidak untuk didengarkan. Bukan ahli gue sebenernya menggali hati seseorang, tapi seperti biasa gue mendapatkan satu cerita yg sedikit rumit untuk diterka.

Ini tentang dua perempuan yg mendapat anugerah serta mendapat musibah. Tentang seseorang yg menurut gue mendapat hidayah dari Tuhan untuk selalu taat pada-Nya, mengingat-Nya dan apapun itu, maka kembali serahkan pada Tuhan. Lalu apa terjadi dengan wanita yg mendapat musibah itu? Wanita yg mungkit sudah tidak mengingat Tuhan sama sekali atau mungkin bukan tidak mengingat Tuhan, melainkan membenciNya.

-------

23 april 2016, gue bertemu dengan Mira. seperti biasa, dia terlihat anggun dengan busana muslimah trend masa kini, subhanallah (maaf sedikit klepek-klepek). #uhuk

Sudah beberapa bulan tidak bertemu pasti akan banyak kisah yg saling kami ceritakan, sedemikian kata dituangkan untuk menghilangan rasa canggung, candaan-candaan sederhana seperti biasa selalu gue lontarkan. Cukup lama kita berbincang, hingga sampai pada titik pembicaraan yg cukup serius itu kami lanjutkan, percakapan yg memulai awal dari sedikit kepedihan.

"gimana, udah ketemu belum pelakunya? Haha!" sambung mira
"aku kenal gak sih sama salah satunya?" dengan tidak yakin akan jawaban gue yg udah di ujung kepala.
"takut salah sebut nama orang, nanti su'udzon, hahaha" jawab gue.
"iya, memang kenal.. Masih belum berani sebutin namanya nih??"  jawaban sekaligus pertanyaan dari mira yg membuat gue semakin berani sebut nama perempuan yg mira maksud itu.

Sebelum gue sebutkan nama perempuan itu, malamnya gue menganalisa beberapa hal, seperti dalam buku sherlock holmes karya sir arthur conan doyle, bahwa untuk mengetahui suatu kejadian maka lihatlah sekitarnya dulu sampai detail. Maka gue melakukannya. pertama, gue lihat pada status facebook mira yg cukup tersirat dan punya maksud tertentu. dan seperti apa komentar didalamnya, apakah ada yg mencurigakan? Dan, ya ada!

"Mohon maaf semoga salah ya mira, Maafkanlah atas ke-su'udzonanku ini.. Siti-kah orangnya? benarkah?" (siti = nama samaran, *suara juga disamarkan)
tatapan serius gue ke mira, yg semoga tebakan gue adalah salah, dan semoga gue gak disangka mau menghipnotis dia karna kelamaan menatap.

Tatap = COLOK NIH!

"Boleh mira tanya, kenapa bisa siti jawaban nya, bang?? Curiga nya dari mana..??" Mira semakin bertanya-tanya kenapa gue bisa nebak seperti itu.

"Gini yah, ini cuma analisa aja;
  1. Dia komen duluan di status kamu, dibaca-baca sih komennya pake hati (sedikit sakit hati)
  2. Balesan komen dari mira juga cuma simblo 'smile' (ini bisa jadi pertanda juga)
  3. Dari statusnya siti. kayaknya lagi putus asa. Lagi nyari jatidiri gitu.
  4. Dan, Semoga cuma kebetulan."
Jawaban dari analisa gue kepada mira tentang kenapa gue nebak siti sebagai pelakunya.

"Bang? Kepekaan kamu hebat! cukup tau untuk diri sendiri aja, pura-pura gak tau aja yah. Mira kira gak bakalan ketebak." perkataan mira yg membenarkan atas dugaan gue.

Mungkin kalian bertanya apa yg sebenarnya terjadi?
Baiklah, akan gue ceritakan.
Mira, adalah sosok perempuan yg taat agama, dengan latar belakang ketaatan itu sudah dipastikan dia tidak gampang terhasut seseorang begitu saja. Dan Siti, dia adalah seorang wanita tomboy yg padahal temen mira sendiri, yg juga menjadi sosok laki-laki dibelakang mira, dia bisa dibilang 'sukses menyamar' menjadi lelaki yg mendekati mira dengan alasan ingin belajar agama pada mira.

Namun, secara perlahan dan sembunyi-sembunyi dibalik sosial media, lelaki itu (baca=siti) ingin menghacurkan kepercayaan mira akan agamanya, Perlahan-lahan mengasut mira untuk tidak melakukan shalat, mengaji, puasa dan hal-hal yg berhubungan dengan kegiatan mira.

"bang, mira gak begitu merasa taat, pandangan manusia itu berbeda-beda. Jadi gak ada yg bisa disalahkan! :(" dengan muka lesu, mulut manyun dan pipi merah merona mira menepak pundak gue agar tidak berlebihan bercerita tentang dirinya. Hehe.

"Baiklah mira, sisipkan sedikit tulisan kamu disini, biar apa yg harusnya di tuliskan itu benar dari orangnya" gue.

Ini adalah sedikit tulisan dari mira:
"mira itu bingung caranya supaya dia bisa berfikir dan menyesali semuanya, Hijrah dan kembali seperti dulu.. Bicara secara pribadi udah lakuin kewajiban mira sendiri, Tapi gak masuk-masuk ke pikiran siti.

Mungkin harus dipublikasi agar sedikit takut atas perbuatannya di masa depan nanti, jangan sampai orang lain yg kena ..Bukan main, kalau harus mira ceritakan secara rinci, sudah gak tergambar karna ketekunan nya dalam prinsip supaya hidup orang lain hancur manusia yang selalu menyembah Allah. 

Mira sebenarnya gak punya masalah sama sekali sama siti , hanya saja mira di mata dia terlalu Patuh katanya sama Allah, kata dari dia tentang "kenapa mira harus shalat?" Ini buat mira teriris, bang! Ini tugas mira juga mengembalikan dirinya, tapi sulit karna dia gak mau menerima. Mira yg gak pernah ingin memperhitungkan tapi di tusuk Kawan sendiri tanpa sebab rasanya kaya mimpi. Bukan lagi mira yg di permainkan.

Yg bikin geram dia berani masuk dalam keluarga mira, Hingga mamah pernah kecewa. kalau mamah masih ada, mira ingin menceritakan yg sebenarnya, kalau laki-laki yang selama ini adalah wanita yang pernah main ke rumah, Tapi sayang mira taunya terlambat setelah mamah pergi, rasa bersalah karna belum bisa menuntaskan semuanya.

Secara psikolog, mira terganggu dan takut sama siti.. Mira gk terlalu kenal sama siti sebenarnya , tapi gk tau kenapa tiba-tiba dia deket sama mira." 
Mira

Ya! Seperti itulah isi hati mira yg teriris, kenapa harus temannya sendiri yg mau menghancurkannya.

---------

"udahlah mira, biarkan seleksi Tuhan yg bekerja kepada hati siti, yg penting kita udah berusaha. Dan, Ngomong-ngomong, ini yg bayarin makanan kamu kan mira?" gue berusaha mencairkan suasana.
"baangg!!!!!" mira melotot
Kemudian kami saling bertatap dan, Tertawa bersama.
"hahahha"...

Tentang hidup, terkadang cobaan itu emang silih berganti. Terkadang masalah itu malah muncul dari seseorang yg kita kenal, seperti kisah mira yg dijatuhkan temannya sendiri, atau siti yg tekena musibah, ya! Musibah kalau dirinya tidak menemukan jati diri sebenarnya, dia terombang-ambing dalam ketidakpastian hidup, hidup yg belum ia temukan, hidup yg seharusnya dia jalani. Bukan hidup dari menjatuhkan orang lain, dari keterpurukan orang lain.

Jika siti memang terombang-ambing akan hidupnya yg tidak jelas, ataukah siti memang benar-benar menyukai sesama perempuan? Itu tidak bisa gue simpulkan sebelum bertemu dan menanyakan langsung pada orangnya. Tapi jika memang benar siti tidak menyukai keyakinan mira, lantas kenapa harus repot-repot melukai hati mira? Apakah ini bentuk iri dari siti kepada mira? Kenapa siti harus mendekati mira sebagai lelaki? Kenapa muncul tiba-tiba sebagai teman yg baik didepan mira, tapi dibelakang? Begitu banyak pertanyaan yg sebenarnya ingin gue tanyakan kepada dua belah pihak. Tapi sayang, saat itu hanya ada mira, dan gue gak mau membebani mira dengan pertanyaan-pertanyaan tadi.

Tuhan pasti akan memberikan jalan yg terbaik, mira.

Gue salut sama mira, dia tidak marah akan kelakuan temannya yg padahal ingin menjatuhkannya. Mira malah ingin merangkul siti untuk kembali ke jalan yg benar, jalan yg sebenarnya, kembali pada Tuhan.

....
Waktu sudah mulai sore, kami sudah cukup lama bercerita, dan kamipun saling berpamitan, merangkul kepergian masing-masing yg entah kapan dipertemukan kembali.

"miraa..!!?" gue kembali memanggil mira yg sudah diseberang jalan.
"Iya kenapa?" mira berbalik.
"lalu bagaimana dengan perempuan yg satunya lagi?" gue hampir melupakan perempuan kedua yg mira sebutkan.
"Oke , nanti kalau ketemu isnyaAllah mira ceritain." mira (tersenyum)
"hmm.. Baiklah.." gue tersenyum kembali mendengar jawabnya
"Hehe.  Ya udah setidaknya gak penasaran lagi kan..! Tanpa mira bercerita juga pasti akan terbuka ko :)
Syukron ala kulli hal. Semoga apa yang mira ceritakan tidak menjadi gibah, dan mohon maaf jika mira lancang dalam bercerita..
Sehat selalu.. Bang! Dan tetap Istiqomah dalam menakapi hidup..
Barokallah :)"

---oOo---

Seperti biasa, jika gue nulis artikel berdasarkan pengalaman hidup seseorang, itu bakalan izin dulu atau artikel itu sendiri sebuah permintaan dari narasumber. Kisah ini cukup panjang, jadi ini hanya sebagiannya saja.
Untuk lokasi/tempat, jalan cerita dan nama, udah gue samarkan. :)

22 komentar:

  1. Aku sedih bacanya :(
    Insha allah gak jadi gibah,, karena bisa diambil hikmah untuk tetap berhati-hati kepada sesama manusia.
    Semoga mira segera terlepas dari masalah ini. Dan kita semua dilindungi dari manusia seperti Siti dan orang jahat lainnya.

    Dear Mira, tetap Istiqomah, ya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya seperti itulah, kita jng gampang percaya sama orang. :)
      Aamiin, semoga mira cepat selesai masalahnya :)

      Hapus
  2. Semoga Mira berhasil merangkul Siti dan menuntunnya ke jalan yang benar. Jalan yang diridhoi Allah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga siti juga bisa mengerti dan mau kembali kepada jalan Tuhan :)

      Hapus
  3. Semoga segera cepat kelar masalahnya dan semuanya baik baik saja......

    BalasHapus
  4. Nah sudah kuduga ada diantaranya yg agaknya menyimpang
    Tapi knapa sasarannya akhwat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya seperti itulah. :)
      Kurang tau knpa juga, kita tunggu aja cerita Selanjutnya :)

      Hapus
  5. Itu Siti kurang kerjaan apa gimana, ya? Kasihan sama dua-duanya. :(

    Kalo Siti pura-pura jadi cowok, gue malah jadi inget kasus temen gue (dia cowok). Si dia ini pura-pura jadi cewek buat ngisengin temennya yang kelamaan jomlo. Itu sampe bikin akun Line atau BBM palsu pake foto cewek cantik gitu dah. PDKT sebulanan lebih, sampe-sampe si cowok itu baper. Niatnya bercandaan aja, sih. Tapi sekarang malah musuhan. Bercandanya kelewatan. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu sama aja ngerusak harga diri si jomblo itu sendiri. Eh

      Hapus
  6. sangat menyedihkan ceritanya. semoga ada jalan keluarnya :)

    BalasHapus
  7. Aduh mira......., aku jadi ingin berkenalan. Kalau perlu aku yang taktir makan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mending traktir gue bang, lumayan lg laper nih

      Hapus
  8. sangat menyentuh ceritanya,,mudah mudahan siti cepat di beri hidayah biar sadar apa yg dlakukannya itu salah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon do'a nya saja semoga siti cepat sadar. Aamiin :)

      Hapus
  9. Duh dalem banget nihh. Semoga cepet dapet solusi deh :')

    -jevonlevin.com

    BalasHapus
  10. nunggu si mira selesai cerita deh, ini ada lanjutannya kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada, tunggu aja :)
      Ini saru kisah yg panjang :D

      Hapus
  11. perlu iman yg kuat agar tak terpengaruh

    BalasHapus
  12. Wih, cerita yang menarik nih, lanjutkan bro.

    BalasHapus

Hai! Terimakasih telah berkomentar.

Copyright © Dian Hendrianto

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com | Edit By DND