Make a Story

Rabu, 02 Maret 2016

[Puisi] Masihkah kau jatuh dan mencintaiku?


Kau tak pernah pergi dan aku lebih sendiri dari musim pengujung tahun.
bertahun-tahun aku berpura-pura mengenalmu
dan april yang belum tiba selalu menyisakan sedikit kehilangan.

Aku merangkum kamu dalam sebuah pelukan yang tak mengerti perpisahan,
sebab masing-masing kita tak tahu cara saling menatap selain melalui hal-hal yang kaca pada hari-hari paling mendung ☁

Kubayangkan kau jendela dan aku jadi hujan kecil.
betapa kita disukai percakapan dalam surat-surat panjang.
Kau menuliskan nama-nama anonim untukku menutup puisi dengan kata-kata tak berantonim.

Bukalah jendela jika kepalaku terlalu riuh dan kau tak juga terbiasa.
Bila hujan berhenti kelak, masihkah kau jatuh dan mencintaiku?

2 komentar:

  1. Ciyee bisa gitu ternyata jadi mas mas puitis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dibilang gue ini pria idaman wanita, lail..

      Aku sayang kamu, eh.. :p

      Hapus

Hai! Terimakasih telah berkomentar.

Copyright © Dian Hendrianto

Design by Anders Noren | Theme by NewBloggerThemes.com | Edit By DND